Find Us On Social Media :

Pengakuan Driver Ojol Korban Kekerasan, Tidak Ikut Demo Dipukuli Aparat Ponsel Lenyap

By Selasa, 02 September 2025 | 17:43
Moh Umar Amirudin, diver ojol menjadi korban pengeroyokan aparat saat kericuhan pecah di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, Kamis (28/8/2025). (Tribun Jabar)

Umar mengatakan, hari ini dokter telah membolehkan pulang ke rumah.

"Alhamdulillah hari ini kata dokter diperbolehkan pulang, sekarang masih ngurus administrasi dulu, nunggu petunjuk dokter, jam berapa pulangnya belum tahu," tutur Umar.

Baca Juga: Immanuel Ebenezer Ditangkap OTT KPK, Pernah Pakai Surat Nikah Untuk Daftar Driver Ojol

Umar berasal dari Kampung Sukamukti RT 01/01, Desa/Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Ia merantau ke Jakarta untuk bekerja sebagai driver ojol.

Saat mendapat kabar Umar menjadi korban kekerasan aparat, ibu dan keluarganya di Sukabumi sempat kaget.

Kakak Umar, Siti Nur Aisyah (31), menerangkan ibunya, Yoyoh (60), menangis melihat kondisi Umar yang penuh luka.

"Ibu belum bisa ditanya, masih was-was, semalam enggak dikasih tau," ungkapnya, dikutip dari Tribun Jabar.

"Baru tahu barusan karena ramai yang ke sini ada yang ngasih tahu," imbuh Siti.

Menurutnya, Umar tak terlibat demo dan berada di lokasi kejadian setelah mengantar penumpang.

"Itu dikira ikut demo, padahal lagi nurunin penumpang terus ditarik. Dia kena pukul," ungkap Siti.

"Bagian rahang geser, terus keretakan di dada, katanya sih tangannya patah," terangnya.

Ia menambahkan, Umar sudah lima tahun bekerja sebagai driver ojol di Jakarta.