MOTOR Plus-online.com - Penggunaan strobo, sirine dan rotator di mobil membuat pengguna jalan jenuh.
Ramai di media sosial (medsos) gerakan ‘Stop Tot Tot Wuk Wuk’ di jalan, Dirgakkum Korlantas Polri buka suara.
Mobil dinas pejabat kerap membunyikan sirine untuk membuka jalan.
Korlantas Polri buka suara mengenai maraknya gerakan 'Stop Tot Tot Wuk Wuk' yang viral di ruang publik dan media sosial.
Kampanye ini muncul sebagai respons kejenuhan masyarakat terhadap maraknya penggunaan sirene, strobo, dan rotator di jalan, termasuk oleh kendaraan pejabat yang sedang tidak bertugas.
Dirgakkum Korlantas Polri Brigjen Pol. Faizal mengatakan pihaknya mendukung gerakan tersebut karena publik berhak jengkel karena praktik penggunaan strobo dan sirene yang tidak sesuai aturan.
“Saya setuju sekali kalau kendaraan di luar petugas atau di luar aturan," kata Faizal dikutip dari Kompas.com.
"Kita dari kepolisian juga sudah banyak sekali menindak dan memberi imbauan kepada pengguna kendaraan, termasuk terkait pelat nomor tidak sesuai karena itu selain mengganggu juga menyalahi aturan,” lanjut dia.
Baca Juga: Ketemu Motor atau Mobil yang Lampunya Silau atau Pakai Strobo Polisi Sarankan Lakukan Ini
Namun Faizal mengingatkan, maraknya protes dan sikap tegas sebagian pengendara untuk tidak memberi jalan, juga berimbas pada kendaraan yang benar-benar sedang menjalankan tugas darurat.
“Pada saat misalnya anggota mau datang ke TKP yang dibutuhkan dengan cepat, kalau mau cepat kan harus pakai strobo dan sirine," kata Faizal.
"Karena masyarakat sudah jenuh atau sebagainya, jadi tidak dikasih jalan. Padahal kami datang cepat itu untuk menolong orang. Ada yang namanya golden period, masa kritis yang harus kita selamatkan,” lanjutnya.