“Korban mengalami luka dan memar hingga harus dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Pontianak,” ucap Dede.
Tidak terima dengan perlakuan tersebut, ratusan pengemudi ojol mendampingi korban dan mendatangi Markas Polisi Militer (Mapomdam) XII Tanjungpura di Jalan Rahadi Usman, Pontianak.
Mereka menuntut proses hukum yang transparan dan menolak adanya perdamaian.
“Kami minta kasus ini diproses, jangan ada tebang pilih,” tegas Dede.
Hal senada disampaikan Zulkarnaen, rekan pengemudi ojek online, yang menekankan pentingnya efek jera.
Baca Juga: 7 Polisi Ditangkap Polisi Usai Driver Ojol Terlindas Rantis Brimob, Ini Permintaan Kapolri
“Kami menolak perdamaian. Kalau dibiarkan, kasus seperti ini bisa terulang,” ujarnya.
Tuntutan juga datang dari pihak keluarga korban. Jani Fitri dan Ros Indriani, keponakan Teguh, meminta agar pelaku dihadirkan langsung.
“Jangan hanya adiknya yang menemui kami. Kami ingin pelaku hadir dan dihukum setimpal,” kata Jani.
Keluarga bahkan mengancam akan mencari sendiri keberadaan oknum tersebut bila tidak ada kejelasan dari pihak Pomdam Tanjungpura.
“Kalau tidak dihadirkan, kami bersama komunitas ojol akan turun langsung mencari oknum itu,” tegas Jani.
Jani menegaskan keluarga besarnya menolak berdamai dengan pelaku yang berinisial F. Menurutnya, pelaku tidak mengantarkan korban ke rumah sakit.
Hanya adik pelaku yang datang dan sempat menawarkan upaya damai. Namun keluarga menolak.