Find Us On Social Media :

Gara-gara Hal Sepele Driver Ojol Babak Belur Dihajar Prajurit TNI, Keluarga Korban Tolak Damai

By Senin, 22 September 2025 | 15:15
Oknum TNI berinisial F, yang diduga memukul seorang pengemudi ojek online (ojol) bernama Teguh, peristiwa terjadi di Jalan Panglima AIM, Kecamatan Pontianak Timur, Kota Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar), Sabtu (20/9/2025) sore. Keluarga korban menolak damai. (tangkapan layar)

MOTOR Plus-online.com - Insiden kekerasan menimpa seorang driver ojol di Kalimantan Barat.

Gara-gara hal sepele driver ojol babak belur dihajar prajurit TNI, keluarga korban tolak damai.

Seorang oknum prajurit TNI bernama Letda F memukul pengemudi ojek online bernama Teguh di Pontianak, Kalimantan Barat.

Peristiwa terjadi di Jalan Panglima AIM, Kecamatan Pontianak Timur, Kota Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar), Sabtu (20/9/2025) sore.

Imbas pemukulan tersebut, sang ojol luka patah hidung hingga memar di bagian mata.

Teguh juga harus menjalani operasi di Rumah Sakit Medika Djaya.

Saat itu, Teguh hendak mengantar pesanan.

Ia berada di belakang sebuah mobil yang diduga dikemudikan anggota TNI.

Baca Juga: Bensin Irit Cocok Dipakai Ojol, Motor Seken Honda BeAT Harga Mulai Rp 8 Jutaan

“Ketika mobil hendak berbalik arah, Teguh membunyikan klakson sebagai tanda,” kata Perwakilan komunitas ojek online Pontianak, Dede Sudirman dikutip dari Kompas.com.

Dede melanjutkan, setelah diklakson oleh Teguh, pengemudi mobil tersinggung dan justru turun langsung memukul wajah Teguh menggunakan siku.

Akibat pukulan itu, hidung Teguh langsung mengeluarkan darah. Rekan-rekan ojol kemudian membawanya ke RS Bhayangkara sebelum dirujuk ke RS Medika Djaya.

“Korban mengalami luka dan memar hingga harus dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Pontianak,” ucap Dede.

Tidak terima dengan perlakuan tersebut, ratusan pengemudi ojol mendampingi korban dan mendatangi Markas Polisi Militer (Mapomdam) XII Tanjungpura di Jalan Rahadi Usman, Pontianak.

Mereka menuntut proses hukum yang transparan dan menolak adanya perdamaian.

“Kami minta kasus ini diproses, jangan ada tebang pilih,” tegas Dede.

Hal senada disampaikan Zulkarnaen, rekan pengemudi ojek online, yang menekankan pentingnya efek jera.

Baca Juga: 7 Polisi Ditangkap Polisi Usai Driver Ojol Terlindas Rantis Brimob, Ini Permintaan Kapolri

“Kami menolak perdamaian. Kalau dibiarkan, kasus seperti ini bisa terulang,” ujarnya.

Tuntutan juga datang dari pihak keluarga korban. Jani Fitri dan Ros Indriani, keponakan Teguh, meminta agar pelaku dihadirkan langsung.

“Jangan hanya adiknya yang menemui kami. Kami ingin pelaku hadir dan dihukum setimpal,” kata Jani.

Keluarga bahkan mengancam akan mencari sendiri keberadaan oknum tersebut bila tidak ada kejelasan dari pihak Pomdam Tanjungpura.

“Kalau tidak dihadirkan, kami bersama komunitas ojol akan turun langsung mencari oknum itu,” tegas Jani.

Jani menegaskan keluarga besarnya menolak berdamai dengan pelaku yang berinisial F. Menurutnya, pelaku tidak mengantarkan korban ke rumah sakit.

Hanya adik pelaku yang datang dan sempat menawarkan upaya damai. Namun keluarga menolak.

“Biarpun operasinya ditanggung pihak pelaku, keluarga besar tetap tidak mau damai. Kami sudah sepakat jalur hukum harus tetap berjalan,” kata Jani kepada wartawan, Minggu (21/9/2025).

Kini, Teguh masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Pipi korban terlihat masih memar dan bengkak, serta mata bagian kiri tertutup.

Ia tampak didampingi oleh keponakannya yakni Jani, yang mengatakan pamannya baru saja dipindahkan dari ICU ke ruang perawatan. Dan kondisi sudah cukup membaik dibandingkan sebelumnya.

“Sekarang kondisinya sudah mendingan, tapi itu cuman susah nafas karena hidungnya patah dan di dalam masih ada darah beku perawatnya tidak berani bersihkan,” ujar Jani sang adik, saat ditemui di RS Medika Djaya, Minggu (21/9/2025).