MOTOR Plus-online.com - Persiapan balap MotoGP Mandalika 2025, 4 pembalap pamer Helm KYT grafis spesial.
Enea Bastianini, Diogo Moreira, dan Tim Leopard Racing menggunakan grafis spesial pada MotoGP Mandalika 2025.
Gelaran #IndonesianGP atau MotoGP Mandalika 2025 lebih spesial dari tahun-tahun sebelumnya.
Karena, ada 4 rider KYT Helmet yang menggunakan grafis spesial dengan tema-tema Indonesia di Mandalika.
Keunikannya, 4 rider KYT menggunakan batik dalam motif helmnya, bertepatan dengan Hari Batik Nasional yang dirayakan setiap tanggal 2 Oktober.
1. Enea Bastianini
Sudah menjadi tradisi tiap tahunnya, Enea Bastianini, rider KYT di MotoGP, menggunakan grafis spesial ketika berlaga di Indonesia.
Setelah membuat kagum publik Indonesia dengan “Garuda Rider” di tahun 2023, rider asal Italia ini Kembali menggunakan helm spesial pada #IndonesianGP 2025.
Di tahun ini, Enea mengusung “Komodo” sebagai ikon utama. Ini menggambarkan konsep utama dari Enea, yaitu Beast atau Monster.
Baca Juga: Helm KYT One Piece Keren Buat Sunmori dan Nongkrong, Nakama Wajib Punya Harga Tak Sampai Rp 1 Juta
Komodo sendiri merupakan spesies kadal terbesar dan salah satu reptil berbisa di dunia.
Komodo hanya ditemukan di habitat alami Indonesia, seperti Nusa Tenggara Timur yang termasuk dalam Kawasan Taman Nasional Komodo.
Hewan ini adalah predator Tangguh dengan kemampuan penciuman luar biasa serta gigitan beracun untuk melumpuhkan mangsa.
Selain mengaplikasikan Komodo dalam helmnya, elemen-elemen pendukung seperti batik kawung juga hadir di helm spesial Enea, lengkap dengan nomer balap “23” dan logo KYT.
Untuk pengerjaan desain, KYT bekerja sama dengan Starline Designer.
Sebuah studio desain yang berbasis di Italia.
2. Diogo Moreira
Ini merupakan tahun kedua Diogo Moreira bersama dengan KYT Helmet.
Setelah sempat absen di Mandalika dikarenakan cidera pada musim 2024, kini Diogo Moreira kembali ke Mandalika dengan grafis spesial pada #IndonesianGP.
Helm spesial #IndonesiaGP milik Moreira menggunakan elemen-elemen yang berhubungan dengan wilayah Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), di mana daerah
tersebut merupakan lokasi Sirkuit Mandalika.
Baca Juga: Blak-blakan Valentino Rossi Sebut Pembalap Ini Lebih Berbahaya Dibanding Marc Marquez
Elemen-elemen tersebut meliputi Motif Batik Sasak, yang juga menjadi corak pada area run-off Sirkuit Mandalika.
Motif tersebut dipilih untuk menampilkan budaya lokal NTB.
Tak lupa juga pengaplikasian siluet pemandangan alam beserta rumah tradisional Lombok, Bale, atau yang dikenal sebagai Rumah Adat Sasak.
Rumah Adat Sasak merupakan rumah tinggal bagi Suku Sasak dengan ciri khas arsitektur vernakular menggunakan bahan-bahan alami seperti bambu, kayu, dan atap dari alang-alang.
3. Tim Leopard Racing (Adrian Fernandez dan David Almansa)
Desain untuk KYT dan kedua rider dari Tim Leopard Racing di Moto3, mengusung tema yang serupa dengan seri-seri sebelumnya, yaitu mengaplikasikan bendera negara di mana mereka membalap.
Untuk kali ini, Tim Leopard Racing yang bekerja sama dengan KYT, menggunakan bendera Indonesia, yang lebih menariknya, desain helm untuk #IndonesianGP pun juga terdapat pada motor yang akan digunakan oleh tim Leopard Racing dan terasa lebih spesial karena elemen- elemen yang digunakan merupakan ciri khas Negara Indonesia.
Dalam helm Tim Leopard Racing, terdapat bunga anggrek, Candi Borobudur, Barong, Motif Batik Mega Mendung dan juga wayang yang didesain langsung oleh Starline Designer.
Anggrek sendiri merupakan salah satu tanaman yang lokasinya bisa ditemukan di Kawasan hutan hujan tropis di Indonesia.
Baca Juga: Jelang MotoGP Mandalika 2025, Komitmen Aspira Dukung Gresini Racing Lebih dari Satu Dekade
Indonesia menjadi salah satu pusat keberagaman anggrek di dunia dengan lebih dari 5.000 spesies yang tumbuh subur di pulau-pulaunya.
Ilustrasi Candi Borobudur yang juga ada di helm Tim Leopard Racing, merupakan Candi Buddha Mahayana terbesar di dunia.
Terletak di Magelang, Jawa Tengah, merupakan Warisan Dunia UNESCO.
Barong adalah figur dalam mitologi Bali.
Menjadi bagian dari seni pertunjukan lokal yang ada di Bali serta mengandung nilai-nilai spiritual dan simbolisme mendalam yang erat kaitannya dengan tradisi masyarakat Bali.
Motif Batik Mega Mendung adalah motif khas dari Cirebon, Jawa Barat, yang menampilkan bentuk awan megah dengan lengkungan halus dan gradasi warna.
Kata "Mega" berarti awan, sementara "Mendung" berarti cuaca sejuk atau adem, sehingga motif ini melambangkan kedamaian, ketenangan, dan kesabaran dalam menghadapi segala situasi.
Wayang yang dipilih dalam motif helm Tim Leopard Racing adalah Wayang Golek, yang berasal dari Jawa Barat. Wayang Golek adalah warisan budaya yang penting dan telah diakui UNESCO sebagai bagian dari warisan budaya dunia.