Find Us On Social Media :

Bahlil Lahadalia Ungkap Alasan BBM Wajib Dicampur Etanol 10 Persen

By Sabtu, 11 Oktober 2025 | 08:00
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia ungkap alasan kenapa BBM wajib dicampur etanol 10 persen. (MOTOR Plus-online)

MOTOR Plus-online.com - Beberapa pekan ini ramai soal rencana pemerintah mewajibkan BBM dicampur etanol.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia ungkap alasan kenapa BBM wajib dicampur etanol 10 persen.

Pemerintah berencana mewajibkan campuran bensin dengan etanol untuk membuat BBM yang lebih ramah lingkungan dan mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak (BBM).

Penjelasan mengenai hal itu disampaikan Bahlil Lahadalia.

Menurutnya, Presiden RI, Prabowo Subianto telah menyetujui mandatori campuran etanol 10 persen untuk BBM, dalam rangka mengurangi emisi karbon dan ketergantungan terhadap impor.

“Kemarin malam sudah kami rapat dengan Bapak Presiden. Bapak Presiden sudah menyetujui untuk direncanakan mandatori 10 persen etanol (E10),” kata Bahlil di Jakarta, Selasa (7/10/2025), dilansir dari Antara.

Bahlil menambahkan, Indonesia berencana mewajibkan campuran bensin dengan etanol agar tidak banyak melakukan impor dan membuat BBM ramah lingkungan.

“Agar tidak kita impor banyak dan juga untuk membuat minyak yang bersih, yang ramah lingkungan,” tuturnya.

Baca Juga: BBM Campur Etanol Bikin Mesin Motor Ngelitik, Begini Penjelasan Mekanik Bengkel Spesialis

Sementara, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri, mengaku siap menjalankan rencana mandatori kandungan etanol 10 persen dalam campuran BBM.

“Disampaikan Pak Menteri adalah mendorong ekosistem biofuel, kita sudah dengan B40, dan nanti dengan tahun depan, Pak Menteri sampaikan E10,” kata Simon.

Menurutnya, saat ini sudah ada produk Pertamina yang menggunakan campuran etanol sebanyak lima persen, yakni Pertamax Green 95.

“Saat ini kami Pertamina sudah ada produk E5, yaitu Pertamax Green 95, jadi artinya itu 5 persennya adalah etanol,” ujar Simon.