“Bukan etanol murninya yang sangat korosif, tetapi campuran etanol + air + oksigen yang menyebabkan reaksi elektrokimia di permukaan logam,” ucap Tri.
Bahkan, menurut Tri, etanol bisa melarutkan lapisan pelindung logam, seperti aluminium oksida.
Etanol yang mengandung air dan asam bisa melarutkan lapisan pelindung aluminium sekalipun, sehingga lapisan pasif hilang dan korosi mulai menyerang logam di bawahnya.
Dalam jangka panjang, etanol bisa teroksidasi oleh udara atau mikroorganisme menjadi asam asetat (CH?COOH).
Asam asetat bersifat korosif terhadap logam, memperparah kerusakan tangki, pipa, dan injektor.
Berikut ketahanan beberapa jenis logam terhadap etanol:
1. Baja karbon: Buruk (mudah berkarat)
2. Aluminium: Sedang, tapi rusak jika ada air
3. Tembaga & Kuningan: Rentan – etanol melarutkan ion Cu
4. Stainless steel (316L): Baik
5. Teflon, Viton, PTFE: Sangat baik (tidak korosif terhadapnya).
Kesimpulan, etanol bersifat korosif karena mampu menyerap air sehingga membentuk elektrolit korosif.
Lalu, larutan tersebut mengoksidasi jadi asam asetat dan melarutkan lapisan pelindung logam.