MOTOR Plus-online.com - BBM akan dicampur etanol 10 persen, ini jenis logam yang mudah berkarat.
Pemerintah berencana untuk mencampur BBM dengan etanol.
Hal ini membuat banyak komentar soal karat yang akan muncul di dalam tangki kendaraan.
Namun demikian, ada beberapa jenis logam yang mudah karat dan tahan karat.
Etanol murni sebenarnya tak bersifat korosif, namun, kandungan etanol pada bahan bakar bisa menjadi korosif, terutama pada logam dan material tertentu di sistem bahan bakar kendaraan bermotor.
Campuran etanol dan bensin pada tangki bahan bakar mobil bisa berubah menjadi elektrolit yang bisa mengikis permukaan logam.
Guru Besar Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara Institut Teknologi Bandung (ITB), Tri Yuswidjajanto mengatakan elektrolit pada campuran bensin dan etanol bermula ketika air terbentuk akibat sifat alami etanol.
“Etanol bersifat polar dan higroskopis, etanol (C?H?OH) punya gugus –OH (hidroksil) yang membuatnya bersifat polar, akibatnya zat kimia ini mudah menarik dan melarutkan air dari udara (higroskopis),” ucap Tri dikutip dari Kompas.com.
Baca Juga: Honda Luncurkan Trio Super Cub 110, Desain Menawan Dijual Rp 37 Juta
Air yang larut di dalam campuran bensin dan etanol ini menjadi penyebab utama korosi logam.
Selanjutnya, etanol membentuk campuran elektrolit dari air yang sudah masuk ke campuran etanol.
Larutan tersebut dapat menghantarkan listrik (elektrolit), sehingga dapat mempercepat proses korosi galvanik pada logam tertentu.
“Bukan etanol murninya yang sangat korosif, tetapi campuran etanol + air + oksigen yang menyebabkan reaksi elektrokimia di permukaan logam,” ucap Tri.
Bahkan, menurut Tri, etanol bisa melarutkan lapisan pelindung logam, seperti aluminium oksida.
Etanol yang mengandung air dan asam bisa melarutkan lapisan pelindung aluminium sekalipun, sehingga lapisan pasif hilang dan korosi mulai menyerang logam di bawahnya.
Dalam jangka panjang, etanol bisa teroksidasi oleh udara atau mikroorganisme menjadi asam asetat (CH?COOH).
Asam asetat bersifat korosif terhadap logam, memperparah kerusakan tangki, pipa, dan injektor.
Berikut ketahanan beberapa jenis logam terhadap etanol:
1. Baja karbon: Buruk (mudah berkarat)
2. Aluminium: Sedang, tapi rusak jika ada air
3. Tembaga & Kuningan: Rentan – etanol melarutkan ion Cu
4. Stainless steel (316L): Baik
5. Teflon, Viton, PTFE: Sangat baik (tidak korosif terhadapnya).
Kesimpulan, etanol bersifat korosif karena mampu menyerap air sehingga membentuk elektrolit korosif.
Lalu, larutan tersebut mengoksidasi jadi asam asetat dan melarutkan lapisan pelindung logam.
Selanjutnya bisa meningkatkan reaksi galvanik antar logam.
Sebaliknya, stainless steel 316L, teflon, viton, dan PTFE tahan terhadap efek korosif etanol.