MOTOR Plus-online.com - Yamaha H2 Buddy Porter skutik bertenaga hidrogen, bisa lari sejauh 100 km.
Pasar motor bukan cuma yang menggunakan bensin atau baterai, tapi mengusung tenaga hidrogen.
Walaupun belum dijual bebas, namun teknologi baru ini pastinya bisa menarik perhatian pecinta otomotif roda dua.
Yamaha baru-baru ini melakukan gebrakan dengan perkenalan skutik bertenaga hidrogen, Yamaha H2 Buddy Porter.
Yamaha H2 Buddy Porter dipamerkan di ajang Japan Mobility Show 2025.
Mengutip 2banh.vn, saat dipamerkan, motor bertenaga hidrogen pertama Yamaha ini langsung menjadi pusat perhatian.
Bukan hanya penampilannya yang mengingatkan pada Yamaha BWS yang legendaris, tetapi karena teknologi futuristik yang disematkan di dalamnya.
Sekilas, H2 Buddy Porter tampak seperti skutik off-road yang tangguh khas motor petualangan.
Baca Juga: Penerus MegaPro, Honda NX190 Resmi Diluncurkan Segini Harganya
Seluruh bodinya dilapisi cat putih yang dipadukan warna hitam matte, tampak moderen ditambah aksen biru dan oranye yang melambangkan energi bersih Yamaha .
Bagian depan bersudut, lampu LED ganda yang dipasang tinggi, spatbor sporty menciptakan tampilan yang kuat dan kompak.
Yang membedakan H2 Buddy Porter adalah teknologi di dalamnya hasil kolaborasi antara Yamaha dan Toyota.
Toyota bertanggung jawab mengembangkan tangki hidrogen bertekanan tinggi mini, teknologi inovatif yang menyimpan hidrogen terkompresi dengan aman, andal, dan sangat ringkas.
Yamaha menangani mesin dan sasis, yang disetel agar berjalan lancar dengan bahan bakar hidrogen tanpa beralih ke sistem listrik.
Toyota bertanggung jawab mengembangkan tangki hidrogen bertekanan tinggi mini. (autoby.jp)
Dari keterangan resmi, hanya dengan tangki hidrogen penuh, H2 Buddy Porter dapat menempuh jarak lebih dari 100 km tanpa emisi CO₂.
Sekaligus memenuhi standar Euro 5, termasuk pengendalian emisi NOx, sesuatu yang bahkan tidak dapat dicapai banyak kendaraan listrik saat ini.
Hal ini menunjukkan bahwa Yamaha tidak hanya menghadirkan produk motor biasa, tapi benar-benar serius menguji platform teknologi yang dapat diproduksi dalam waktu dekat.
Baca Juga: Warna Baru New Honda Genio Makin Menyala, Dibanderol Rp 20 Jutaan
Di lokasi pameran, H2 Buddy Porter ditempatkan di samping model stasiun pengisian hidrogen mini yang dikembangkan Toyota.
Menunjukkan visi jangka panjang kedua raksasa Jepang ini untuk masa depan kendaraan perkotaan yang netral karbon.
Dengan demikian, pengguna dapat mengisi tangki hidrogen dalam hitungan menit, secepat mengisi bensin, tanpa perlu khawatir waktu pengisian atau masa pakai baterai seperti kendaraan listrik.
Yamaha menyatakan tidak ingin kehilangan 'jiwa motor' dalam proses elektrifikasi.
Dengan mesin hidrogen, pengendara masih dapat merasakan suara, getaran, dan sensasi gas khas kendaraan berbahan bakar bensin tradisional, menjadikan H2 Buddy Porter sebagai produk yang ramah lingkungan.
Jika infrastruktur pengisian daya hidrogen mini diterapkan secara luas dalam beberapa tahun ke depan, model seperti H2 Buddy Porter dapat mengawali era baru skutik Asia yang selalu mengutamakan kebutuhan perjalanan singkat, ekonomis dan ramah lingkungan.
Meski masih berupa konsep, Yamaha H2 Buddy Porter membuat pernyataan yang berani, netral karbon bukan berarti mengorbankan sensasi berkendara.