"Brebet alasannya apa enggak tahu, pokoknya keluhannya sama agak brebet. Masalah pertalite, pertamax, atau apa kita enggak tahu, pokoknya kita kerjain," jelasnya.
Di bengkelnya, penanganan untuk keluhan ini cukup sederhana dan selama kemarin tidak sampai menguras tangki bensin.
"Ganti busi saja langsung bisa, enggak sampai nguras bensin," tambah Ibenk.
Fenomena serupa juga terjadi di Bengkel Estu Langgeng Motor.
Mekanik bernama Indra mengatakan bahwa sepeda motor dengan keluhan brebet mulai banyak berdatangan sejak hari Senin (27/10/2025) lalu.
"Mulai hari Senin, mulai berdatangan. Rata-rata yang mengeluhkan sepeda motor matic injeksi keluaran baru," kata Indra.
Baca Juga: Isi Pertalite Banyak Motor Brebet, Bahlil Lahadalia: Pertamina Akan Tanggung Biaya Perbaikan
Indra menuturkan bahwa pola keluhan konsumen hampir sama.
"Konsumen mengeluhkan awalnya biasa saja saat sepeda motornya digunakan, terus enggak enak. Pas dicek, rata-rata (kondisi motor) bagus," ujarnya.
Penanganan di bengkel tempatnya bekerja lebih beragam, mulai dari ganti filter udara hingga ganti busi.
Namun, banyak kasus yang mengharuskannya melakukan pengurasan tangki bensin. Dalam sehari, ia bisa menangani empat motor brebet.
"Tapi enggak tahu mekanik lainnya," katanya.
Saat menguras tangki salah satu konsumen, Indra menemukan kejanggalan pada bahan bakar yang diduga jenis Pertalite.