“Sekarang BBM belum normal. Banyak karyawan yang dirumahkan," ujar Caca, mengutip Wartakotalive.com.
“Aku kena (kebijakan dirumahkan), Setelah normal mungkin bisa balik lagi," ujar Caca penuh harap.
Caca berharap bisa kembali bekerja setelah situasi kembali pulih. Selama stok BBM kosong, Caca dan rekan-rekannya tetap berusaha semaksimal mungkin meski kondisi BBM kosong telah menghentikan aktivitas utama mereka.
Para karyawan berinisiatif menjual produk lain yang masih tersedia seperti oli, kopi, dan barang kecil lainnya.
Mereka memasarkan produk tersebut lewat berbagai cara, mulai dari live streaming hingga memanfaatkan media sosial, bahkan langsung turun ke jalan.
Walau demikian, suasana SPBU swasta tersebut kini sepi. Pompa bensin berhenti beroperasi, dan para pekerja yang dulunya sibuk melayani pelanggan kini hanya berharap dengan doa.
Baca Juga: Resmi Meluncur Warna Baru Honda PCX 160, Mesin eSP+ Lebih Senyap dan Irit BBM
Kehilangan penghasilan membuat mereka mulai mencari pekerjaan baru di tempat lain sembari menunggu kabar baik tentang normalisasi kondisi.
Caca mengungkapkan bahwa ada 13 orang karyawan di SPBU itu yang terkena imbas sama.
Mereka semua menanti hari di mana roda bisnis ini kembali berputar sehingga mereka bisa kembali bekerja, menyapa pelanggan, dan menikmati hari-hari produktif seperti sebelumnya.
Harapan besar pun diutarakan oleh Caca supaya keadaan cepat membaik sehingga dirinya dan para pegawai lain bisa tersenyum lagi di bawah langit SPBU yang kini terasa senyap.
Situasi serupa juga terlihat di SPBU Shell di Jalan Merpati Raya, Ciputat, Kota Tangerang Selatan. Para karyawan menjajakan minuman es kopi dan makanan ringan.
Di lokasi tersebut terdapat sebuah booth sederhana berupa meja cokelat dengan kaki hitam di dekat pintu keluar SPBU.