MOTOR Plus-online.com - Bobibos BBM baru dibuat dari limbah jerami sisa panen, Bahlil Lahadalia buka suara.
Bobibos yang merupakan singkatan dari Bahan Bakar Original Buatan Indonesia Bos hasil karya anak bangsa melalui PT Inti Sinergi Formula.
Bensin jenis baru ini mendadak jadi sorotan karena lebih ramah lingkungan.
Selain itu, Bobibos memiliki Research Octan Number (RON) mendekati 98.
Melihat fenomena Bobibos, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia bereaksi.
Sebuah inovasi bahan bakar buatan anak negeri bernama Bobibos (Bahan Bakar Original Buatan Indonesia Bos) tengah menarik perhatian publik.
Dikenal sebagai Bahan Bakar Minyak (BBM) alternatif berbasis limbah jerami dan diklaim memiliki RON 98, bahan bakar ini disebut-sebut bisa menjadi solusi energi ramah lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi baru di pedesaan.
Namun, di tengah sorotan dan euforia publik, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memilih bersikap hati-hati.
Baca Juga: Razia Gabungan Operasi Zebra Siap Digelar Mulai 17-30 November 2025, Ini 3 Incaran Polisi
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan pihaknya belum dapat memberikan penilaian sebelum hasil kajian teknis dan uji laboratorium lengkap diperoleh.
“Kita pelajari dulu ya, kita pelajari dulu,” ujar Bahlil singkat saat ditemui usai rapat dengan Komisi VII DPR di Jakarta, Selasa (11/11/2025), dikutip dari tayangan video KompasTV.
Bahlil menambahkan, pemerintah tidak ingin gegabah menanggapi setiap klaim inovasi energi baru tanpa uji validasi yang jelas.
Menurutnya, aspek keselamatan, kualitas bahan bakar, dan kelayakan komersial menjadi faktor penting sebelum sebuah produk bisa dipasarkan secara luas.
Melansir laman bapenda.jabarprov.go.id, Selasa (11/11), Bobibos dikembangkan oleh sekelompok peneliti muda di Lembur Pakuan, Subang, Jawa Barat yang berupaya mengolah jerami sisa panen menjadi bahan bakar nabati (BBN).
Mereka ingin agar petani tidak hanya mendapat penghasilan dari hasil panen, tetapi juga dari limbahnya.
Uji coba di lapangan dilakukan menggunakan mesin traktor diesel dengan hasil cukup menjanjikan seperti mesin berjalan stabil, asap buangan lebih bersih, dan tenaga terasa ringan.
Hasil pengujian laboratorium oleh Lemigas bahkan menunjukkan angka oktan mencapai 98,1, setara dengan bahan bakar beroktan tinggi.
Baca Juga: Bocor Penampakan Motor Listrik Yamaha EC-06, Sekali Ngecas Tembus 160 Km
Potensi ekonominya pun besar. Dengan konversi 3.000 liter bahan bakar per hektar sawah, wilayah seperti Lembur Pakuan yang memiliki 1.000 hektar lahan bisa menghasilkan jutaan liter Bobibos setiap tahun.
Selain bahan bakar, proses produksinya juga menghasilkan pakan ternak dan pupuk organik, menciptakan rantai ekonomi sirkular yang berkelanjutan.
Dari sisi akademik, kalangan perguruan tinggi menilai inovasi Bobibos menjanjikan, namun tetap membutuhkan uji multidisipliner yang ketat.