"Kalau berhasil, jerami yang ada di sawah Lembur Pakuan ini bisa diproses menjadi bahan bakar diesel 2 tak dan 4 tak," kata KDM, sapaan akrabnya.
Bahkan, KDM langsung menjanjikan kerja sama dan produksi massal dalam waktu dekat, tanpa berlarut-larut menunggu birokrasi.
"Dua minggu lagi panen, kita langsung kerja sama. Dua minggu lagi nanti bahan bakar akan diproduksi massal di Lembur Pakuan. Enggak usah dulu pakai lembaga pemerintah, lama. Pakai lembaga KDM aja," tegas Dedi Mulyadi.
Namun, euforia di tingkat daerah ini ditanggapi dengan sikap hati-hati oleh pemerintah pusat. Sebelumnya, mengutip pemberitaan Kompas.tv, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memilih untuk belum memberikan dukungan atau penilaian resmi.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan pihaknya belum dapat menanggapi klaim tersebut sebelum hasil kajian teknis dan uji laboratorium lengkap diperoleh.
“Kita pelajari dulu ya, kita pelajari dulu,” ujar Bahlil singkat saat ditemui usai rapat dengan Komisi VII DPR di Jakarta, Selasa (11/11).
Bahlil menekankan bahwa pemerintah tidak ingin gegabah. Aspek utama yang harus divalidasi meliputi keselamatan, kualitas bahan bakar (termasuk klaim RON 98), dan kelayakan komersial sebelum Bobibos bisa dipasarkan sebagai solusi energi nasional.