MOTOR Plus-online.com - Beberapa hari ini ramai kemunculan Bahan Bakar Minyak (BBM) baru Bobibos.
Bahan baku Bobibos dari jerami padi sisa panen petani.
Selain ramah lingkungan, Bobibos diklaim memiliki RON mendekati 98,1.
Bobibos sendiri merupakan BBM baru yang tersedia jenis bensin dan diesel.
Inovasi bahan bakar alternatif dari limbah jerami, Bobibos (Bahan Bakar Original Buatan Indonesia Bos), bikin heboh lantaran adanya pro dan kontra.
Di tengah polemik tersebut, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, bahkan langsung turun ke Lembur Pakuan, Subang untuk melakukan uji coba lapangan menggunakan mesin traktor diesel.
Hasil uji coba yang dilakukan pada Selasa (11/11/2025) seperti dikutip dari akun Instagram @dedimulyadi71 yang ditayangan kembali di artikel VOD Kompas.tv, Rabu (12/11/2025) tersebut menunjukkan performa yang menjanjikan.
Traktor diesel yang diisi Bobibos yang diklaim memiliki RON 98 beroperasi optimal dengan tarikan yang terasa lebih ringan dan asap buangan yang diklaim lebih bersih.
Baca Juga: Bobibos BBM Baru Dibuat dari Limbah Jerami Sisa Panen, Bahlil Lahadalia Buka Suara
"Ini kita lagi uji coba nih di Lembur Pakuan pakai mesin traktor. Uji coba bahan bakar yang berasal dari Jerami," ujar Dedi Mulyadi (KDM), yang didampingi Muhammad Ikhlas Thamrin, sosok di balik lahirnya Bobibos.
Dedi Mulyadi sangat antusias melihat potensi Bobibos yang dapat menjadi solusi energi ramah lingkungan sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru bagi petani.
"Kalau berhasil, jerami yang ada di sawah Lembur Pakuan ini bisa diproses menjadi bahan bakar diesel 2 tak dan 4 tak," kata KDM, sapaan akrabnya.
Bahkan, KDM langsung menjanjikan kerja sama dan produksi massal dalam waktu dekat, tanpa berlarut-larut menunggu birokrasi.
"Dua minggu lagi panen, kita langsung kerja sama. Dua minggu lagi nanti bahan bakar akan diproduksi massal di Lembur Pakuan. Enggak usah dulu pakai lembaga pemerintah, lama. Pakai lembaga KDM aja," tegas Dedi Mulyadi.
Namun, euforia di tingkat daerah ini ditanggapi dengan sikap hati-hati oleh pemerintah pusat. Sebelumnya, mengutip pemberitaan Kompas.tv, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memilih untuk belum memberikan dukungan atau penilaian resmi.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan pihaknya belum dapat menanggapi klaim tersebut sebelum hasil kajian teknis dan uji laboratorium lengkap diperoleh.
“Kita pelajari dulu ya, kita pelajari dulu,” ujar Bahlil singkat saat ditemui usai rapat dengan Komisi VII DPR di Jakarta, Selasa (11/11).
Bahlil menekankan bahwa pemerintah tidak ingin gegabah. Aspek utama yang harus divalidasi meliputi keselamatan, kualitas bahan bakar (termasuk klaim RON 98), dan kelayakan komersial sebelum Bobibos bisa dipasarkan sebagai solusi energi nasional.