“Ini sekaligus menindak maraknya motor tanpa TNKB atau TNKB dicopot untuk menghindari tangkapan kamera,” ujarnya.
Selain mengandalkan teknologi, petugas tetap diberi ruang menggunakan tilang manual untuk pelanggaran yang membahayakan nyawa pengguna jalan.
Pelat nomor dicopot atau ditutup, jadi sasaran utama dalam Operasi Zebra 2025. (A. Ridho/ MOTOR Plus)
Kombes Komarudin menilai ada situasi yang membutuhkan tindakan cepat tanpa menunggu proses ETLE.
“Tidak mungkin kita harus menunggu ETLE lagi. Ini langsung dilakukan tilang konvensional, termasuk pelanggaran-pelanggaran balap liar dan lain sebagainya,” katanya.
Ia kembali mengingatkan bahwa seluruh pelanggaran prioritas tetap menjadi target. Termasuk kendaraan tanpa TNKB, pengendara mabuk, kecepatan tinggi, dan penggunaan pelat spesial yang tidak semestinya.
Baca Juga: Pasokan BBM Mulai Lancar, SPBU Vivo Kembali Menjual Revvo 92
“Ini di antara beberapa target operasi yang akan kita sasar selama 14 hari ke depan,” ucap dia.
Melalui operasi ini, kepolisian berharap tingkat kepatuhan warga semakin meningkat.
Mobilitas akhir tahun yang cenderung tinggi membuat kedisiplinan pengguna jalan menjadi kunci pengendalian risiko.
“Sehingga kita bisa menekan angka pelanggaran dan mudah-mudahan berdampak dari kita juga bisa menekan angka kecelakaan dan fatalitasnya,” ujar dia.