Oleh karena itu, Dedi Mulyadi mengajak pihak Bobibos untuk bisa datang kembali ke Lembur Pakuan.
Sehingga jerami-jerami sisa panen padi pada akhir tahun ini bisa diolah dan dimanfaatkan menjadi bahan bakar ramah lingkungan.
"Untuk itu saya nunggu kehadiran teman-teman Bobibos untuk datang ke Lembur Pakuan, karena jerami-jeraminya sudah siap untuk diolah," ungkap Dedi Mulyadi.
"Dan kami menunggu nanti hasilnya. Semoga bisa mendapatkan hasil yang terbaik. Seluruh gagasan-gagasan yang disampaikan bisa direalisasikan," tambahnya.
Postingan itu lantas langsung ditanggapi oleh Founder Bobibos, M Ikhlas Thamrin.
Baca Juga: Waspada Titik Lokasi Operasi Zebra Lodaya 2025 di Cirebon, Ribuan Pemotor Dijaring Polisi
Lewat akun instagram resmi Bobibos @bobibos_ pada Senin (24/11/2025), Thamrin menyampaikan siap datang mengolah jerami menjadi bahan bakar.
Terkait hal tersebut, pihaknya kini tengah mempersiapkan mesin pengolahan bahan bakar tersebut.
"Assalamualaikum, Kang KDM. Terima kasih. Luar biasa, insya Allah. Kami setelah MOU di Lembur Pakuan kemarin, kami langsung lembur, Kang KDM, untuk langsung bikin mesin, mesin produksinya. Kita langsung lembur, bikin mesin produksinya," ungkap Thamrin.
"Dan insya Allah nanti seluruh mesin ini kita akan simpan di dalam truk Fuso. Kita simpan di dalam truk. Sehingga nanti insya Allah nanti kami dari sini akan kirim langsung ke Lembur Pakuan setelah jadi," bebernya.
Mesin pengolah jerami menjadi Bobibos itu katanya dibuat portabel yang ditempatkan di dalam truk berukuran besar.
Sehingga, jerami sisa panen padi tersebut nantinya akan diolah langsung di Lembur Pakuan.
"Dan kami sudah setiap hari lembur untuk bikin produksi mesinnya, Kang KDM. Sekali lagi, mesin Bobibos ini kita angkut semua di dalam truk. Nanti di dalam truk itulah sebagai mesinnya," beber Thamrin.