MOTOR Plus-online.com - Bobibos, BBM jenis baru yang dibuat dari jerami sisa panen petani masih jadi sorotan.
Bobibos diklaim lebih ramah lingkungan dan memiliki RON setara Pertamax Turbo.
Kini, Muhammad Ikhlas Thamrin Founder Bobibos tengah merancang mesin untuk mengolah jerami.
Hal itu dilakukan untuk memenuhi permintaan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Pembuatan mesin tersebut merespons permintaan Kang Dedi Mulyadi agar mereka kembali ke Lembur Pakuan untuk mengolah jerami yang telah disiapkan menjadi bahan bakar.
Mesin yang dirancang Iklhas Thamrin cs ini dibangun di atas truk.
Selanjutnya di truk itulah jerami akan diolah menjadi bahan bakar.
Klaim ini terungkap setelah video Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi ketika kembali ke Lembur Pakuan, Subang, Jawa Barat pada Senin (24/11/2025) viral di media sosial.
Baca Juga: Harga Bobibos RON 98 Per Liter Lebih Murah dari Pertalite, Kapan Dijual Bebas?
Dalam video yang diunggahnya lewat media sosial pribadinya, Dedi Mulyadi meminta pihak Bobibos untuk kembali datang dan mengolah jerami untuk menjadi bahan bakar.
"Ini hamparan padi yang sebagian sudah mulai dipanen dan besok seluruhnya segera dipanen," ungkap Dedi Mulyadi menujukkan tumpukan jerami dan hamparan sawah yang siap dipanen, melansir Bangkapos.com.
"Dan karena ini seluruhnya sudah segera dipanen, jeraminya akan segera bisa dimanfaatkan," tambahnya.
Oleh karena itu, Dedi Mulyadi mengajak pihak Bobibos untuk bisa datang kembali ke Lembur Pakuan.
Sehingga jerami-jerami sisa panen padi pada akhir tahun ini bisa diolah dan dimanfaatkan menjadi bahan bakar ramah lingkungan.
"Untuk itu saya nunggu kehadiran teman-teman Bobibos untuk datang ke Lembur Pakuan, karena jerami-jeraminya sudah siap untuk diolah," ungkap Dedi Mulyadi.
"Dan kami menunggu nanti hasilnya. Semoga bisa mendapatkan hasil yang terbaik. Seluruh gagasan-gagasan yang disampaikan bisa direalisasikan," tambahnya.
Postingan itu lantas langsung ditanggapi oleh Founder Bobibos, M Ikhlas Thamrin.
Baca Juga: Waspada Titik Lokasi Operasi Zebra Lodaya 2025 di Cirebon, Ribuan Pemotor Dijaring Polisi
Lewat akun instagram resmi Bobibos @bobibos_ pada Senin (24/11/2025), Thamrin menyampaikan siap datang mengolah jerami menjadi bahan bakar.
Terkait hal tersebut, pihaknya kini tengah mempersiapkan mesin pengolahan bahan bakar tersebut.
"Assalamualaikum, Kang KDM. Terima kasih. Luar biasa, insya Allah. Kami setelah MOU di Lembur Pakuan kemarin, kami langsung lembur, Kang KDM, untuk langsung bikin mesin, mesin produksinya. Kita langsung lembur, bikin mesin produksinya," ungkap Thamrin.
"Dan insya Allah nanti seluruh mesin ini kita akan simpan di dalam truk Fuso. Kita simpan di dalam truk. Sehingga nanti insya Allah nanti kami dari sini akan kirim langsung ke Lembur Pakuan setelah jadi," bebernya.
Mesin pengolah jerami menjadi Bobibos itu katanya dibuat portabel yang ditempatkan di dalam truk berukuran besar.
Sehingga, jerami sisa panen padi tersebut nantinya akan diolah langsung di Lembur Pakuan.
"Dan kami sudah setiap hari lembur untuk bikin produksi mesinnya, Kang KDM. Sekali lagi, mesin Bobibos ini kita angkut semua di dalam truk. Nanti di dalam truk itulah sebagai mesinnya," beber Thamrin.
"Sehingga, truk ini nanti datang, jerami masuk ke dalam truk dan semuanya diolah di dalam truk tersebut. Karena di dalam truk tersebut sudah kami install seluruh mesinnya," bebernya.
Baca Juga: GJAW 2025 Hadirkan Program Komunitas, Ada Parade 1.000 Mobil Sampai Diecast on GJAW
Thamrim meyakinkan, pihaknya kini tengah bekerja keras untuk menginstall seluruh mesin ke dalam truk tersebut.
Nantinya, mesin portabel itu dapat mengolah limbah jerami menjadi bensin atau solar Bobibos.
"Jadi insya Allah, Kang KDM di dalam mesin itulah yang akan memproduksi Bobibos, baik itu nanti bensin maupun solar. Sehingga nanti bisa dilihat jerami masuk ke dalam truk, diolah dalam mesinnya, nanti outputnya kita simpan di dalam tangki yaitu Bobibos bensin-bensin maupun solar," jelasnya.
Melengkapi postingannya, dalam kolom keterangan admin @bobibos_ menjelaskan persiapan terus berjalan.
Bobibos kini menyiapkan mesin produksi khusus yang dipasang di atas truk, sehingga seluruh proses pengolahan jerami bisa dilakukan langsung di lokasi.
Tidak perlu menunggu bahan baku dikirim jauh, mesinnya yang datang ke desa.
"Dengan desain portable ini, unit produksi Bobibos dapat bergerak dari desa ke desa, dari lahan ke lahan, mengikuti titik-titik jerami yang siap diproses. Lebih cepat, lebih efisien, dan tentu lebih dekat dengan para petani," tulis admin @bobibos_.
"Inilah langkah penting menuju energi masa depan Indonesia. Energi yang fleksibel, berbasis biomassa, dan dikembangkan oleh anak bangsa," jelasnya.