Find Us On Social Media :

Persiapan Operasi Lilin 2025, Korlantas Polri Incar 2 Jenis Pelanggaran Ini

By Kamis, 04 Desember 2025 | 12:42
Setelah Operasi Zebra 2025 berakhir, Kotlantas Polri akan menggelar Operasi Lilin 2025. (korlantas.polri.go.id)

MOTOR Plus-online.com - Setelah razia Operasi Zebra 2025 selesai bulan lalu, akan dilanjut dengan Operasi Lilin 2025.

Razia resmi ini digelar rutin setiap tahun untuk pengamanan Natal dan Tahun Baru.

Di tengah persiapan Operasi Lilin, Korlantas Polri incar dua target pelanggaran yakni balap liar dan knalpot brong (bising).

Selain itu, ada beberapa target untuk dilakukan penertiban di Operasi Llilin 2025 nanti.

Melansir laman tribratanews.polri.go.id, Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri mulai menyiapkan skenario operasi pengamanan dan pelayanan menyambut Libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) secara terencana, presisi, dan terkoordinasi lintas sektor.

Operasi Lilin 2025 difokuskan untuk mewujudkan arus lalu lintas yang aman, lancar, dan nyaman, sekaligus menjamin keamanan masyarakat dalam merayakan Natal dan Tahun Baru di seluruh Indonesia.

Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho mengatakan, sebelum melaksanakan Operasi Lilin 2025, Korlantas akan melaksanakan Operasi Zebra terlebih dahulu pada dua pekan sebelum Natal.

“Operasi Zebra menjadi tahapan awal untuk menyiapkan kondisi tertib di jalan raya sekaligus mengedukasi masyarakat agar disiplin berlalu lintas menjelang libur panjang Nataru,” ujar rjen Agus Suryonugroho, belum lama ini.

Baca Juga: Kocak Video Menkeu Purbaya Jajal Motor Patwal Seharga Rp 1,4 Miliar, Pilih Motor Bebek

Dalam Operasi Lilin 2025, fokus pengamanan diarahkan ke jalur tol Trans Jawa dan Trans Sumatera, jalur arteri dan wisata, serta simpul transportasi seperti terminal, pelabuhan, bandara, dan stasiun besar.

Kakorlantas menyebut, rekayasa lalu lintas di jalan tol akan diberlakukan secara situasional sesuai volume kendaraan.

Rekayasa yang disiapkan antara lain one way, contra flow, serta manajemen rest area untuk menghindari penumpukan di jalur tol Jakarta–Semarang–Surabaya.