Dia menyampaikan, penggunaan tangki tambahan dan genset dilakukan untuk mengantisipasi kebutuhan darurat.
Sedangkan untuk wilayah Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara, Bahlil melaporkan bahwa kondisi penyaluran BBM di sana sudah mulai pulih. Bahkan, beberapa SPBU juga sudah bisa beroperasi 24 jam di Tapteng.
“Kalau di Tapteng-nya sendiri, sebagian pompa bensin sudah beroperasi 24 jam,” kata Bahlil.
Baca Juga: Jarang yang Tahu, Begini Efek Pertalite Dicampur Pertamax ke Mesin Motor
Senada, Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Wahyudi Anas, mengatakan, sesuai arahan Presiden dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bahwa prioritas penanganan di wilayah bencana adalah pemulihan ketersediaan listrik, BBM dan LPG.
Keringanan ini bertujuan untuk mendukung penanganan bencana pada masa tanggap darurat.
“BPH Migas memberikan keringanan pembelian JBT Minyak Solar dan JBKP Pertalite untuk kendaraan dinas pemerintah dan pembelian JBT Minyak Solar dan JBKP Pertalite dapat dilakukan secara manual (tanpa menggunakan QR Code) di wilayah tanggap darurat pada kabupaten/kota di Provinsi Aceh selama masa tanggap darurat sejak 28 November 2025 sampai dengan 11 Desember 2025 sesuai Keputusan Gubernur Aceh,” lanjutnya. sejak 28 November 2025 sampai dengan 11 Desember 2025 sesuai Keputusan Gubernur Aceh,” katanya dikutip dari laman resmi BPH Migas, Jumat (5/12/2025).
Ia juga mengimbau masyarakat untuk membeli BBM sesuai kebutuhan agar pemenuhan energi, khususnya BBM, di wilayah terdampak bencana dapat berjalan dengan baik.