Sikap kehati-hatian Kementerian ESDM ini dilakukan untuk menjamin keamanan konsumen dan menjaga kualitas bahan bakar di pasaran.
“Pengujiannya harus komprehensif, tidak cukup hanya dari uji lapangan awal,” demikian salah satu pernyataan yang disampaikan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam beberapa kesempatan mengenai inovasi energi alternatif.
Baca Juga: Bobibos Diklaim Memiliki RON Setara Pertamax Turbo, Begini Penjelasan Lemigas
Adapun dari sisi akademik, kalangan perguruan tinggi menilai inovasi Bobibos menjanjikan, namun tetap membutuhkan uji multidisipliner yang ketat.
Dalam ulasan resminya, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menegaskan bahwa validasi bahan bakar baru tidak cukup hanya dengan hasil laboratorium tunggal.
Diperlukan serangkaian uji keselamatan produksi, standar emisi, serta ketahanan mesin dalam berbagai kondisi iklim dan merek kendaraan.
“Regulator harus memastikan produk tidak hanya bagus di laboratorium, tapi juga aman, andal, dan berkelanjutan di lapangan,” tulis FMIPA Unesa dalam ulasannya.