“Bahkan, pada kategori penerbitan dan pembayaran tilang melalui BRIVA, peningkatan mencapai 2.279 persen. Jadi, ter-capture, tervalidasi, terkirim, dia mengakui kesalahannya dan membayar BRIVA. Ini tentunya sangat penting sekali. Jadi dari 22.480, naik menjadi 534.805,” ucap Agus.
Agus menambahkan bahwa lonjakan ini menunjukkan semakin efektifnya sistem ETLE dalam mengawasi lalu lintas.
Dengan jumlah kamera yang belum banyak, hasilnya sudah sangat signifikan.
Di akhir paparannya, Kakorlantas kembali menegaskan objektivitas ETLE sebagai sistem yang tidak dapat dipengaruhi faktor apa pun.
“ETLE ini tidak melihat siapa pun pelanggarnya, tidak melihat jabatannya apa, tidak melihat instansinya apa. Semua ter-capture, transparan, dan berkeadilan,” tutupnya.