“Saat menikung, kurangi sudut kemiringan motor dan jaga posisi badan tetap rileks,” ujarnya.
Menurut dia, ketegangan pada tubuh justru membuat pengendara sulit mengontrol motor ketika terjadi selip kecil.
Sikap tubuh yang rileks membantu pengendara bereaksi lebih baik terhadap kondisi jalan.
Agus juga mengingatkan pengendara untuk lebih jeli membaca permukaan jalan.
Beberapa bagian jalan justru menjadi sangat licin ketika basah, meski tampak sepele.
“Waspadai marka jalan, pelat besi, atau aspal mengilap karena sangat licin saat kondisi basah,” kata Agus.
Dengan menerapkan teknik berkendara yang lebih halus dan penuh antisipasi, pengendara diharapkan tetap bisa berkendara dengan aman meski kondisi jalan tidak ideal.
Keselamatan tetap harus menjadi prioritas utama, terutama saat cuaca hujan.