Transformasi digital, menurutnya, merupakan keniscayaan untuk memperbaiki kualitas pelayanan publik di tubuh Polri.
“Bagaimana kita memastikan tidak ada pungli dan tidak ada diskriminasi, maka lompatan transformasi digital dan teknologi harus terus dilakukan,” ucapnya.
Meski demikian, Agus mengakui bahwa secara keseluruhan pelayanan Polri masih perlu terus dibenahi.
Ia menyebut adaptivitas, responsivitas, hingga penguatan transparansi dan pengawasan masih menjadi pekerjaan rumah, meski sarana pendukung dan SOP telah tersedia.
Di sisi lain, Agus juga menegaskan komitmen Polri untuk tampil lebih humanis dan dekat dengan masyarakat.
Menurutnya, perubahan wajah Polri, termasuk Polantas, menjadi bagian dari upaya membangun kepercayaan publik.
“Polri harus menjadi penjaga kehidupan, pelindung hak, dan pelayan martabat masyarakat. Senyum Polri dan senyum Polantas adalah marka utama dalam melayani masyarakat,” pungkasnya.