Find Us On Social Media :

Ini Strategi ALVA Jualan Motor Listrik Lancar Tanpa Subsidi Pemerintah

By Senin, 09 Februari 2026 | 11:54
Chief Marketing Officer ALVA, Putu Swaditya Yudha komentari subsidi motor listrik yang tidak lanjut. (MOTOR Plus/ A. Ridho)

MOTOR Plus-online.com - Jualan motor listrik ngos-ngosan tanpa subsidi pemerintah, ALVA punya resep jitu.

Sebelumnya pemerintah memberikan subsidi atau potongan untuk pembelian motor listrik sebesar Rp 7 juta.

Subsidi motor listrik pertama kali diadakan pemerintah Indonesia pada 20 Maret 2023, dengan skema bantuan Rp7 juta per unit untuk mendorong adopsi kendaraan listrik.

Program ini sempat berlanjut hingga 2024 dan saat ini subsidi dari pemerintah belum jelas.

Di tengah tidak adanya subsidi Rp 7 juta dari pemerintah, penjualan motor listrik stagnan.

Namun beberapa produsen motor listrik memiliki trik agar penjualan tetap berjalan lancar.

Di tengah belum adanya kepastian subsidi dari pemerintah, pihak ALVA memiliki trik sendiri.

Hal ini dikatakan Chief Marketing Officer ALVA, Putu Swaditya Yudha.

Baca Juga: Turun Gunung di IIMS 2026, BMW Motorrad Tawarkan 4 Motor Sultan

"Soal aturan pemerintah (subsidi) yang belum ada, kami dari pihak ALVA memang sudah menjual motor listrik ini dari tahun lalu tanpa subsidi. Ini adalah kenyataan yang harus dihadapi para pelaku bisnis dan jadi memang harus beradaptasi (tanpa subsidi). Karena itu kami memang sudah siap dari tahun lalu bukan hanya produk tapi aftersales dan charging station," ungkap Adit, sapaan akrabnya kepada MOTOR Plus, di IIMS 2026 belum lama ini.

Sebenarnya dengan tidak adanya subsidi berpengaruh pada penjualan, namun konsumen jadi tidak menunggu lagi untuk membeli motor listrik.

"Manurut saya semua pelaku industri (pemilik brand) sudah bersiap dan pastinya memiliki strategi masing-masing. Mungkin produknya atau membangun infrastruktur (charging station). Jadi kami siap-siap dengan strategi yang akan dijalankan," tambahnya.

Adit menambahkan, penyesuaian harga juga dilakukan ALVA karena tidak adanya subsidi pemerintah, namun secara taktikal.