Find Us On Social Media :

Warga Jateng Keluhkan Opsen Pajak, Warga Jadi Malas Bayar Pajak Kendaraan

By Senin, 16 Februari 2026 | 13:41
Setelah ditelusuri ke kebijakan daerah setempat, tidak ditemukan adanya kenaikan tarif pajak kendaraan di Jawa Tengah untuk tahun ini. (Istimewa)

MOTOR Plus-online.com - Viral di media sosial soal ajakan Stop Bayar Pajak di Jawa Tengah.

Hal ini karena adanya opsen pajak yang dinilai pemilik kendaraan cukup memberatkan.

Bahkan, salah seorang warga malah malas membayar pajak karena kenaikan biaya tersebut.

Gelombang penolakan pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) di wilayah Jawa Tengah menggaung di media sosial.

Gerakan ini muncul selepas warga menyadari terdapat pungutan pajak opsen PKB dan BBNKB (Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor) yang masing-masing mencapai 16,6 persen dan 32 persen.

Warga Mijen Semarang, Musta mengatakan, pembayaran pajak motor Vario tahun 2015 miliknya sudah dikenakan pajak opsen sejak tahun 2025.

Namun, ia tidak menyadari adanya pungutan pajak baru berupa opsen PKB. Selepas dicek dilembaran STNK-nya tertulis Opsen PKB mencapai Rp87.500.

"Selepas tahu ada pajak opsen saya jadi enggan bayar pajak. Nanti saja bayarnya menunggu program pemutihan," katanya melansir banyumas.tribunnews.com.

Baca Juga: Mirip Harley-Davidson Ultra Limited Tapi Buatan Cina, Harganya Bikin Melongo

Ia berharap, pajak opsen PKB seharusnya ditiadakan. Ia sendiri merasa ekonomi sekarang tengah sulit tapi pajak bagi rakyat justru diperberat.

"Ya tahu sendiri ekonomi saat ini seperti apa, susah," ungkapnya.

Namun, sejumlah warga Semarang tetap bayar pajak meskipun ada pungutan pajak opsen.

Meski telah membayar, mereka mengeluhkan adanya kenaikan tersebut di antaranya Sinta warga Ngaliyan.