MOTOR Plus-online.com - Pemilik motor pasti jarang yang tahu dengan jenis mesin, ada SOHC dan DOHC.
Umumnya tipe mesin SOHC dan DOCH ini banyak ditemui pada motor sport.
Dua jenis mesin tersebut memiliki plus dan minus, kemudahan perawatan sampai lebih hemat bahan bakar (BBM).
Lalu apa perbedaan mesin SOHC dan DOHC?
Mari bahas mulai dari jenis mesin Single Over Head Camshaft (SOHC).
Sistem ini berarti kepala silinder memiliki noken as (camshaft) tunggal yang mengatur dua katup untuk masuk bahan bakar (intake) dan keluar gas buang (exhaust).
Berbeda dengan Double Over Head Camshaft (DOHC) yang terdiri dari dua noken as.
Satu camshaft mengatur dua katup intake, sementara lainnya mengatur dua katup sistem buang.
Baca Juga: Mudik Naik Motor Dilarang, Bonceng Anak di Depan Bikin Dompet Tipis
Mana yang harus dipilih penggemar motor sport?
Di atas kertas DOHC jelas unggul karena ditunjang dengan empat katup.
Namun hal di atas tidak selamanya demikian.
“Tapi sebenarnya untuk harian tidak ada bedanya antara kedua mesin ini. Keduanya punya plus dan minus,” ucap Koko Adiyaksa, workshop manager Sportisi Motorsport ditemui beberapa waktu lalu.
Menurut Koko, untuk penggunaan harian terutama di Jakarta, tidak terlalu memberikan perbedaan.
Ini karena kondisi jalan yang ramai dan banyak kemacetan.
DOHC sendiri memang saat ini paling banyak ditawarkan produsen motor.
Alasannya performa lebih maksimal karena masuknya bahan bakar diatur oleh dua katup dan gas buang diatur oleh dua klep yang memberikan tenaga lebih besar.
Baca Juga: Cocok Buat Mudik, Harga Bekas Honda Scoopy Tahun 2020 Cuma Segini
“Kalau cari performa maksimal, DOHC jelas pilihannya.
Mesin ini punya power delivery lebih baik,” ucap Koko.
Produsen yang menggunakan mesin tipe SOHC biasanya memberikan tambahan teknologi katup agar mesin mampu menyuplai tenaga di tiap putaran mesin.
SOHC sendiri biasanya dipilih karena lebih mudah perawatannya dan lebih irit bahan bakar.
Sekarang, pilihan tergantung pada kesukaan biker dan referensi merek, model serta dana yang tersedia.