MOTOR Plus-online.com - Jika diperhatikan selalu ada hal yang kadang aneh di balap MotoGP.
Balap motor para raja ini selalu menghadirkan rahasia, padahal itu berkaitan dengan performa motor saat turun di sirkuit.
Salah satunya adalah kenapa ban motor MotoGP selalu ditutup sebelum turun lintasan.
Hal ini pasti sering dilihat pecinta MotoGP, tapi apa sudah tahu maksudnya?
Penutup ban ini bernama tyre warmer alias penghangat ban.
Dari namanya sudah terlihat apa tujuan ban motor MotoGP diselubungi penutup ini dulu.
Alat ini digunakan untuk menjaga temperatur ban agar berada dalam kondisi yang diinginkan sebelum dipakai.
Mengutip situs MotoGP.com, meningkatkan temperatur ban dengan tyre warmer bisa berguna untuk meningkatkan performa ban.
Baca Juga: Yamaha Diam-diam Rilis Motor Kopling Bermesin BlueFlex 150cc, Harganya Bikin Pusing
Tapi apakah benar demikian?
Biar Piero Taramasso, bos Michelin Motorsport yang menjawab sendiri.
Menurut Piero Taramasso, tyre warmer menjaga ban tetap di level bawah dari rentang penggunaan optimalnya.
Jadi menghangatkan ban ke temperatur dengan tyre warmer itu tidak berdampak signifikan pada performa ban selama balapan.
Hanya saja, menghangatkan ban dengan tyre warmer akan membuat pembalap lebih nyaman saat awal balapan.
Pemanasan ban yang sebenarnya itu bukan saat dipanaskan memakai tyre warmer, tapi saat melakukan warm-up lap.
"Dari hasil penelitian kami, penghangatan tidak berdampak pada grip, tapi bisa berfungsi saat warm up," kata Piero Taramasso seperti dari Motomatters.com.
"Jadi ban memang harus dipakai kira-kira 1 lap dulu untuk bisa panas. Banyak pembalap yang mengeluh grip ban di saat baru dipakai. Tapi itu bukan grip, itu hanya saat warm up, lap pertama atau lap kedua, mungkin kau harus menekan lebih lagi di 1 lap agar bannya dalam kondisi bagus," jelas Taramasso.
Baca Juga: 401 Bus Mudik Gratis Kemenhub Siap Antar Pemudik ke 34 kota, Ini Link Pendaftarannya
Jadi setelah itu, ban hanya membutuhkan setidaknya satu lap untuk bisa digunakan secara optimal.
Warmer hanya membuat ban berada di suhu yang sebenarnya bukan suhu optimalnya untuk bekerja dengan baik.
"Temperatur warmernya hanya 90 derajat Celcius. Padahal bannya hanya bekerja dengan bagus di atas 120 derajat," jelas Taramasso.
Perlu diketahui, tyre warmer tidak hanya ada di MotoGP saja.
Ajang balap lain seperti Formula 1 juga memakai tyre warmer sebelum dipakai ngebut di atas trek.