Find Us On Social Media :

Operasi Ketupat 2026, Begini Laporan dari Kapolda Jawa Barat

By Senin, 23 Maret 2026 | 10:34
Kapolda Jawa Barat, Inspektur Jenderal Rudi Setiawan, mengklaim bahwa pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 di wilayah hukum Polda Jabar berjalan sukses. (tribratanews.jabar.polri.go.id)

MOTOR Plus-online.com - Jelang arus mudik dan arus balik Lebaran Idulfitri, Kakorlantas Polri kembali menggelar Operasi Ketupat 2026.

Operasi Ketupat tahun ini fokus pada pelaksanaan mudik Lebaran.

Kapolda Jawa Barat, Inspektur Jenderal Rudi Setiawan, mengklaim bahwa pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 di wilayah hukum Polda Jabar berjalan sukses.

Keberhasilan ini diukur dari menurunnya sejumlah indikator krusial selama arus mudik Lebaran tahun ini.

Berdasarkan data rekapitulasi Operasi Ketupat yang dilaksanakan sejak 13 hingga 19 Maret 2026, terlihat tren positif dalam penanganan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), angka kecelakaan lalu lintas, serta pengelolaan kepadatan arus kendaraan.

“Data yang kami himpun di lapangan menunjukkan bahwa pelaksanaan Operasi Ketupat tahun ini berjalan sangat efektif. Penurunan yang signifikan pada angka pelanggaran dan kecelakaan menjadi indikator bahwa strategi pengamanan serta rekayasa lalu lintas yang kita susun berjalan optimal,” kata Kapolda, didampingi Kabid Humas Polda Jabar Hendra Rochmawan, pada Jumat (20/3/2026), dikutip dari laman tribratanews.jabar.polri.go.id.

Beliau memaparkan, angka pelanggaran di wilayah Jawa Barat mengalami penurunan drastis hingga 99,18%.

Gangguan keamanan juga berhasil ditekan hingga 94,71%.

Baca Juga: Promo Berkah Honda Maret, Beli Motor Honda Sekarang Dapatkan Diskon Jutaan Rupiah

Meskipun terjadi kenaikan angka kejahatan sebesar 35,11%, Rudi memastikan situasi di lapangan tetap terkendali dengan baik.

Di sektor lalu lintas, tren penurunan angka kecelakaan menjadi kabar baik. Jumlah insiden kecelakaan lalu lintas tercatat turun sebesar 3,23%.

“Yang paling penting adalah fatalitas korban. Korban meninggal dunia berhasil kita tekan hingga turun 24,61%, dan korban luka berat turun 4,55%. Meskipun memang untuk korban luka ringan ada sedikit kenaikan sekitar 7,95%,” tuturnya.

Keberhasilan menekan angka kecelakaan ini, lanjut Rudi, tidak lepas dari optimalisasi rekayasa lalu lintas di jalur-jalur rawan dan padat.