Find Us On Social Media :

Konflik Timur Tengah Mulai Terasa, Negara Ini Umumkan Krisis BBM

By Jumat, 27 Maret 2026 | 10:21
Imbas perang di Timur Tengah, Bangladesh umumkan krisis BBM. (dhakatribune.com)

Ketergantungan impor menjadi masalah utama. Hampir seluruh minyak mentah Filipina berasal dari Timur Tengah.

Arab Saudi menjadi pemasok utama. Presiden Marcos menyebut cadangan minyak nasional berada di kisaran 45 hari.

Bangladesh menghadapi situasi berbeda. Krisis bahan bakar minyak memicu antrean panjang di stasiun pengisian bahan bakar umum.

Kekacauan muncul di berbagai wilayah. Pasokan dinilai tidak mampu mengejar lonjakan permintaan.

Baca Juga: Waspada Penipuan Link Denda Tilang ETLE, Begini Penjelasan Dirlantas Polda Jateng

Asosiasi pemilik SPBU menyampaikan kekhawatiran serius. Operasional terancam dihentikan jika situasi tidak membaik.

"Jumlah pasokan harian jelas tidak memadai dibandingkan permintaan yang ada," bunyi pernyataan asosiasi dikutip dari The Economic Times, Kamis (26/3/2026).

Antrean panjang berdampak luas. Jutaan pengguna sepeda motor harus menunggu berjam-jam. Warga kelelahan dan frustrasi.

Tekanan juga dirasakan pekerja SPBU. Mereka harus melayani tanpa henti dan menghadapi potensi konflik dengan konsumen.

Situasi dinilai sudah kritis. Masalah tidak hanya pada pasokan. Risiko keamanan meningkat dan mengancam operasional SPBU.

Asosiasi juga mengkritik pemerintah. Distribusi dinilai tidak aman. Pengawasan lemah dan respons di lapangan minim.

"Situasi ini mencerminkan salah urus dan ketidakbertanggungjawaban yang ekstrem," tulis asosiasi.

Distribusi BBM disebut tidak lagi normal. Kondisinya mendekati penjarahan. Aparat dinilai hanya mencatat stok tanpa tindakan nyata.