Find Us On Social Media :

Gagal Finis di MotoGP Amerika 2026, Bakat Veda Ega Pratama Mengalir dari Orang Ini

By Senin, 30 Maret 2026 | 17:21
Kemampuan balap Veda Ega Pratama bukan datang begitu saja, melainkan diwarisi dari sang ayah, Sudarmono. (HONDA TEAM ASIA)

MOTOR Plus-online.com - Gelaran balap Moto3 seri ketiga berlanjut di Cicuit Of The Americas (COTA), Texas, senin (30/3/2026) dini hari waktu Indonesia.

Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama memulai balap dari posisi ke-4, berhasil tampil kompetitif setelah bendera start berkibar.

Veda berhasil mempertahankan posisinya, tapi pada lap kedua, Veda disalip beberapa pembalap dan menempati posisi ke-8.

Meski begitu, Veda masih punya kecepatan dan terus bertarung pada rombongan pembalap terdepan.

Memasuki lap tiga, Veda berhasil mengambil alih posisi 6 dan terus bersaing pada rombongan depan.

Sayangnya, pada lap empat atau saat lomba menyisakan 10 lap, Veda Ega Pratama mengalami high side dan terlempar keras dari motornya di tikungan ke-11.

Ini membuat pembalap dengan nomor start 9 ini tidak bisa melanjutkan lomba.

Veda gagal mengulang penampilan gemilangnya di MotoGP Brasil, pekan lalu.

Baca Juga: Berjaya di MotoGP Amerika, Aprilia Racing Cetak Sejarah Lewat Marco Bezzecchi

Veda Ega Pratama menjadi pebalap Indonesia pertama yang berhasil meraih podium di Moto3 Brasil 2026.

Namanya mulai mencuri perhatian di kancah internasional usai menorehkan prestasi gemilang di ajang Red Bull Rookies Cup 2025, namanya kini ramai disebut dalam bursa pembalap Moto3 musim 2026.

Veda Ega Pratama lahir di Wonosari, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada 23 November 2008.

Sejak usia empat tahun, ia sudah terbiasa dengan suara mesin dan bau bahan bakar.

Kemampuan balapnya bukan datang begitu saja, melainkan diwarisi dari sang ayah, Sudarmono.

Sudarmono menyebutkan bahwa pada usia enam hingga delapan tahun, Veda mengikuti kejuaraan motocross, sebelum beralih ke balapan road race saat berusia sembilan tahun dan terus menekuni bidang tersebut hingga kini.

Sebelum meraih prestasi internasional di Mugello pada ajang Red Bull Rookies Cup 2025, Veda lebih dulu ditempa di tempat sederhana, yakni area parkir Pasar Hewan Siyono Harjo, Playen, Gunungkidul.

Di lokasi tersebut, sang ayah rutin melatihnya sejak 2016.

Baca Juga: Kembaran Honda Vario, Skutik Kawasaki Brusky 125 Dijual Cuma Segini

Dari lintasan sederhana itu, kemampuannya mulai terasah, mulai dari motocross, Mini GP, hingga akhirnya fokus pada road race bersama Astra Honda Motor.

Tiga tahun setelah menjalani latihan intensif, Veda berhasil meraih gelar juara nasional di kelas pemula pada usia 11 tahun.

Prestasi tersebut menjadi titik awal perjalanan kariernya yang kini digadang-gadang sebagai calon bintang MotoGP masa depan.

Performa Veda semakin menonjol saat tampil di Asia Talent Cup (ATC).

Ia memulai debut pada 2021 dengan finis di posisi kedelapan klasemen akhir.

Musim berikutnya, ia naik ke peringkat ketiga, hingga akhirnya mencapai puncak pada 2023 dengan torehan 256 poin rekor tertinggi sepanjang sejarah ATC sejak digelar pada 2015.

Ia juga mencatat sejarah sebagai pembalap pertama yang meraih sembilan kemenangan dalam satu musim, pencapaian luar biasa yang diraih saat usianya baru 14 tahun.

Dominasi di Asia Talent Cup membuka jalannya menuju Red Bull Rookies Cup, kompetisi bergengsi sebagai gerbang ke MotoGP.

Pada musim debutnya di 2024, Veda berhasil meraih podium ketiga di Race 2 Austria.

Setahun kemudian, ia menunjukkan peningkatan signifikan dengan menjuarai Race 1 Red Bull Rookies Cup 2025 di Sirkuit Mugello, Italia (21 Juni 2025). Ia mengaku sangat bahagia atas kemenangan tersebut, terlebih banyak orang menyaksikan keberhasilannya.

Sebelumnya, ia juga meraih posisi ketiga di Race 1 Spanyol (Jerez) pada April 2025, yang semakin menegaskan bahwa kariernya kini berada di jalur yang menjanjikan menuju level dunia.

Saat naik level ke balap Moto3, Veda Ega Pratama berhasil meraih podium pada seri kedua Moto3 2026 yang digelar di Sirkuit Ayrton Senna, Goiania, Brasil, Minggu (22/3/2026).