Hal ini karena BBM memegang peran penting dalam distribusi barang, termasuk transportasi logistik dan layanan pengiriman.
Tekanan ini juga dirasakan pekerja sektor informal.
Seorang kurir layanan antar makanan mengeluhkan biaya operasional yang meningkat tanpa diimbangi kenaikan pendapatan.
Kondisi tersebut mencerminkan beban yang dihadapi para pekerja ekonomi gig yang sangat bergantung pada biaya transportasi.
Baca Juga: Ahli ITB Ungkap Bahaya Campur Bensin Pertalite dengan Pertamax Ternyata Efeknya Ada Dua Kerugian
Perbedaan harga BBM yang mencolok turut memengaruhi perilaku konsumen.
Sebagian warga Hong Kong kini memilih mengisi bahan bakar di kota-kota di China daratan, seperti Shenzhen, yang menawarkan harga jauh lebih rendah bahkan bisa hanya sepertiga dari harga di Hong Kong.
Fenomena ini meluas ke sektor konsumsi lainnya. Warga mulai berbelanja kebutuhan sehari-hari di luar kota demi mendapatkan harga yang lebih terjangkau.
Tren tersebut dikhawatirkan dapat menekan aktivitas ekonomi lokal dan memperberat kondisi perekonomian Hong Kong ke depan.