MOTOR Plus-online.com - Pemerintah berencana membatasi pembelian BBM subsidi.
Di tengah upaya penghematan BBM, pemilik motor bisa membuat konsumsi bensin jadi lebih irit.
Cara untuk menghemat BBM pada motor cukup mudah dan murah.
Bukan dengan cara mengoprek mesin atau menambahhkan part khusus.
Menghemat bensin di motor cukup cek pada bagian ban.
Sering dianggap sepele ternyata menjaga tekanan angin ban motor bisa menghemat konsumsi kalian.
"Tekanan angin ban motor yang terlalu rendah atau kempis membuat tapak ban yang bersentuhan dengan aspal jadi melebar," buka Jimmy Handoyo Jimmy Hando yoTechnical Service Departement Head PT Suryaraya Rubberindo Industries (SRI) selaku pabrikan ban motor FDR, mengutip GridOto.
Kalau kondisi ban motor kurang angin atau kempes bisa berdampak terhadap kinerja mesin.
Baca Juga: Motor Listrik MAKA Cavalry Dibekali Baterai LFP, Banyak Kelebihannya
"Kalau ban motor kempis nilai tahanan ban berputar atau rolling resistance-nya jadi besar," jelas Jimmy.
Jadinya mesin motor bekerja lebih keras dan sudah pasti konsumsi bahan bakarnya jadi enggak efisien.
Jika ban motor diisi dengan tekanan angin yang pas, nilai tahan berputarnya akan semakin kecil.
Dengan begitu, kinerja mesin jadi lebih ringan, hasilnya konsumsi BBM bisa efisien atau irit.
Sehingga tapak ban yang bersentuhan dengan jalan jadi semakin sedikit, hal itu meringankan putaran ban.
Tekanan angin bannya juga jangan terlalu tinggi dari anjuran pabrik.
"Soalnya bantingan ban motor jadi keras dan licin karena kurangnya traksi ke jalan," wanti Jimmy.
Trik yang disebutkan di atas bukan sekadar teori belaka, soalnya pernah dibuktikan saat Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) yang digelar di Padang, Sumatera Barat pada tahun 2018 silam.
"Tim dari Universitas Brawijaya dari sebelumnya hanya bisa mencapai 121 km/liter," jelas Jimmy.
"Kemudian ketika tekanan angin ban dikencangkan konsumsi BBMnya tembus 240 km/liter," tutupnya.