Find Us On Social Media :

Ini yang Harus Diperhatikan Sebelum Konversi Motor Bensin Jadi Motor Listrik

By Minggu, 05 April 2026 | 07:30
Proses konversi tidak sesederhana mengganti mesin, karena ada sejumlah hal penting yang harus dipersiapkan sejak awal. (Dok MOTOR Plus)

MOTOR Plus-online.com - Pemerintah gencar mensosialisasikan efisiensi BBM.

Karena itu, masyarakat dihimbau untuk melakukan konversi motor bensin menjadi motor listrik.

Hal ini bertujuan untuk menghemat Bahan Bakar Minyak (BBM) di Indonesia.

Lalu apa saja yang harus diperhatikan sebelum melakukan konversi motor bensin menjadi motor listrik?

Proses konversi tidak sesederhana mengganti mesin, karena ada sejumlah hal penting yang harus dipersiapkan sejak awal.

Ferry S Budiyanto, punggawa bengkel spesialis motor listrik Tics EV di Depok, mengatakan bahwa langkah pertama adalah menentukan kebutuhan penggunaan.

“Sebenarnya nomor satu konteks itu adalah kebutuhannya apa,” ujar Ferry melansir Kompas.com.

Menurut dia, setelah kebutuhan jelas, barulah menentukan basis motor yang akan dikonversi.

Baca Juga: Pakai Cara Sederhana Ini Bikin Konsumsi Bensin Motor Lebih Irit

Secara umum, motor matik dinilai paling ideal untuk kebutuhan harian.

“Kalau untuk daily di perkotaan, paling benar ya matik. Pertama simpel, tinggal ngegas. Kedua posisi duduknya lebih nyaman,” kata Ferry.

Selain itu, motor matik juga memiliki keunggulan dari sisi ruang penyimpanan.

Ferry menjelaskan, kompartemen yang lebih banyak memudahkan penempatan komponen seperti baterai dan kontroler.

“Kalau buat taruh kontroler lebih gampang, karena ruangannya besar. Bahkan jarak tempuh juga bisa lebih jauh karena space baterainya lebih besar,” ujarnya.

Setelah menentukan basis, komponen utama yang harus disiapkan meliputi dinamo atau motor BLDC, kontroler, dan baterai.

Ferry menegaskan, baterai menjadi salah satu komponen paling krusial dalam konversi.

“Pertama bahan motornya apa. Kedua dinamo, kontroler. Baterai terutama, sebagai catatan, pasti mengubah konstruksi,” kata Ferry.

Baca Juga: Suzuki Burgman Street 125 Terbaru Dijual Murah, Apa Saja yang Berubah?

Ia menambahkan, proses konversi juga menuntut perubahan struktur pada motor. Mulai dari pelepasan mesin hingga pembuatan dudukan baru untuk menopang komponen listrik.

“Harus siap motornya rela dibongkar, mesin dicabut. Terus bikin bracket mounting, dudukan BLDC dan segala macam,” ujarnya.

Dari sisi biaya, Ferry menyebut konversi dasar bisa dimulai dari sekitar Rp 10 jutaan, di luar harga motor.

Spesifikasi tersebut umumnya menggunakan motor listrik 2.000 watt dengan baterai 72V 20Ah.

“Controller sekitar 100 ampere. Range-nya sekitar 50 kilometer, bisa 50 sampai 60 kilometer kalau pakai ring 14,” kata Ferry.

Dengan berbagai penyesuaian tersebut, konversi motor listrik bukan hanya soal mengganti sumber tenaga.

Perencanaan matang dan kesiapan modifikasi menjadi kunci agar hasilnya optimal dan sesuai kebutuhan.