Data yang masuk akan diproses secara otomatis, mulai dari membaca nomor polisi, mengidentifikasi pemilik kendaraan, hingga menentukan jenis pelanggaran yang dilakukan.
Dengan sistem ini, proses penindakan menjadi lebih cepat dan terintegrasi.
Selain itu, penerapan ETLE Handheld juga diharapkan dapat meminimalisasi potensi praktik transaksional di lapangan.
Setelah data pelanggaran masuk, sistem ETLE Nasional akan melakukan validasi dengan mencocokkan identitas kendaraan dan pemiliknya.
Jika sudah tervalidasi, petugas dapat langsung mencetak surat konfirmasi pelanggaran di lokasi menggunakan perangkat pemindai portabel.
Pelanggaran yang menjadi fokus penindakan melalui ETLE Handheld adalah visible offenses, seperti tidak menggunakan helm, pelat nomor tidak sesuai ketentuan, hingga pelanggaran rambu dan marka jalan.