Find Us On Social Media :

Isu Harga BBM, UNTD Bidik Lonjakan Permintaan Sepeda dan Motor Listrik

By Selasa, 07 April 2026 | 16:04
Produk motor listrik United jadi jawaban di tengah isu harga BBM. (MOTOR Plus/ A. Ridho)

MOTOR Plus-online.com - Isu harga BBM menjadi momentum UNTD membidik lonjakan permintaan sepeda listrik dan motor listrik.

Di tengah meningkatnya isu terkait harga bahan bakar minyak (BBM), PT Terang Dunia Internusa Tbk (UNTD) melihat adanya percepatan perubahan perilaku masyarakat menuju kendaraan yang lebih hemat dan ramah lingkungan.

Momentum ini diperkirakan akan mendorong lonjakan permintaan kendaraan listrik mulai kuartal II 2026.

Melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang diselenggarakan pada Selasa (7/4/2026) di United Grand Hall Alam Sutera Tangerang, Perseroan menegaskan komitmennya untuk menangkap peluang tersebut melalui langkah ekspansi agresif di sektor produksi.

UNTD menyiapkan total investasi sekitar Rp 400 miliar yang dialokasikan untuk pembelian lahan dan fasilitas pabrik sebesar Rp 250 miliar serta pengembangan pabrik sebesar Rp 150 miliar.

Pendanaan ekspansi ini akan berasal dari pihak ketiga, baik melalui perbankan maupun investor strategis.

Saat ini, kapasitas produksi UNTD berada di angka 50.000 unit per bulan untuk sepeda dan sepeda listrik, dengan komposisi 40.000 unit sepeda dan 10.000 unit sepeda listrik.

Sementara itu, kapasitas produksi motor listrik mencapai 5.000 unit per bulan.

Baca Juga: Waktunya Aktivitas Lagi, Produk Motor Listrik United Bisa Jadi Andalan

Seiring dengan rencana ekspansi, Perseroan menargetkan lonjakan kapasitas produksi yang signifikan.

Kapasitas sepeda akan tetap di angka 40.000 unit per bulan, sementara sepeda listrik ditingkatkan hingga 40.000 unit per bulan dan motor listrik melonjak menjadi 20.000 unit per bulan.

“Isu BBM yang terjadi saat ini menjadi katalis penting bagi pertumbuhan kendaraan listrik di Indonesia. Kami melihat adanya shifting yang semakin nyata di masyarakat, dan UNTD ingin berada di garis depan dalam menjawab kebutuhan tersebut melalui kesiapan kapasitas produksi yang lebih besar dan terintegrasi.” terang Presiden Direktur UNTD, Stephen Mulyadi.

Momentum isu BBM diperkirakan akan mendorong lonjakan permintaan kendaraan listrik mulai kuartal II 2026. (MOTOR Plus/ A. Ridho)