Selain itu, ada juga jenis yang menurut Denny merupakan pengembangan dari konsep mini laser, namun dengan karakter cahaya menyerupai biled.
Ia menyebutnya sebagai versi hybrid.
“Kalau yang pakai mangkok reflektor tapi tanpa solenoid, saya pribadi sebutnya hybrid. Low beam-nya pakai mangkok jadi cut off-nya seperti biled, tapi high beam-nya tanpa mangkok,” ujarnya.
Secara istilah, Denny mengakui belum ada penyebutan baku di industri untuk model tersebut.
Baca Juga: Akuisisi Saham EMP, Motul Tegaskan Komitmen di FIM EWC World Endurance Championship
“Saya sih sebutnya mini laser hybrid. Enggak ada penyebutan khusus sebenarnya, cuma menurut saya karena mini laser tapi cahayanya seperti biled,” tambahnya.
Sementara itu, biled sendiri merupakan sistem yang menggunakan mangkok reflektor sekaligus solenoid.
Mekanisme solenoid ini berfungsi mengatur perpindahan antara low beam dan high beam dalam satu proyektor, sehingga distribusi cahaya bisa berubah secara mekanis.
“Kalau biled itu mangkok plus solenoid,” tegasnya.
Lebih lanjut Denny menjelaskan, lini produk lampu tambahan Duromoto saat ini tersebar di kategori mini laser dan hybrid.
Untuk tipe mini laser, tersedia model X3 dan X1ME. Sementara di kategori hybrid ada MB1 dan dalam waktu dekat akan menyusul MB3.
“Yang mini laser ada X3 sama X1ME. Yang hybrid ada MB1, nanti ada MB3,” sebutnya.
Untuk produk biled murni, Duromoto saat ini belum memilikinya dalam lini reguler.