Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth Dumatubun, menyebut bahwa hilangnya barcode tersebut merupakan bagian dari proses pembaruan sistem dan pembersihan data (cleansing system) yang dilakukan secara berkala.
“Untuk konsumen yang barcode-nya hilang, ada kemungkinan disebabkan oleh proses cleansing system karena data yang terdaftar di dalam sistem kurang lengkap atau tidak sesuai,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa langkah ini dilakukan untuk memastikan penyaluran BBM subsidi tepat sasaran, hanya kepada masyarakat yang benar-benar berhak.
“Jika memang pengguna adalah konsumen yang berhak, maka dapat melakukan verifikasi ulang dengan menghubungi layanan Pertamina di 135 atau melalui kanal resmi lainnya,” lanjutnya.
Baca Juga: Cek Harga Terbaru Motor Listrik TVS iQUBE, Bisa Lari Sejauh 115 Km
Dengan kata lain, hilangnya barcode bukan terjadi tanpa sebab. Sistem secara otomatis akan menonaktifkan data yang dianggap tidak valid, tidak lengkap, atau tidak sesuai dengan kriteria penerima subsidi.
Bagi masyarakat yang mengalami hal serupa, Pertamina menyarankan untuk segera melakukan pendaftaran ulang melalui situs resmi subsiditepat.mypertamina.id atau aplikasi MyPertamina.
Dalam proses tersebut, pengguna diminta untuk memastikan seluruh data yang dimasukkan sudah benar dan sesuai, seperti:
-Nomor polisi kendaraan
-Nomor identitas (KTP)
-Data kendaraan sesuai STNK
-Jenis BBM yang digunakan
Kesalahan atau ketidaksesuaian data dapat menyebabkan pengajuan ditolak kembali.