MOTOR Plus-online.com - Lagi ramai soal barcode BBM subsidi punya pemilik kendaraan mendadak tidak aktif.
Hal ini tentu membuat panik pemilik kendaraan yang bergantung pada BBM subsidi.
Sejumlah pengguna yang sebelumnya telah terdaftar dalam program Subsidi Tepat Pertamina mengaku tidak lagi menemukan barcode mereka, yang selama ini digunakan sebagai syarat pembelian BBM subsidi seperti Solar dan Pertalite.
Kondisi ini tentu menimbulkan kebingungan, terutama bagi masyarakat yang sangat bergantung pada BBM subsidi untuk kebutuhan sehari-hari, baik untuk bekerja maupun aktivitas usaha.
Tanpa barcode tersebut, pengguna tidak dapat melakukan transaksi pembelian BBM subsidi di SPBU.
Salah satu pengguna yang mengalami kejadian ini adalah Narendra Wicaksana (27), warga Jakarta Timur. Ia mengaku baru menyadari barcode miliknya hilang setelah menerima notifikasi dari sistem.
“Jadi notifikasi barcode hilang itu baru saya tahu di tanggal 22 April. Setelah saya cek di situs Subsidi Tepat Pertamina, ternyata barcode saya sudah hilang sejak tanggal 19 April dan saya diminta untuk daftar ulang,” ujarnya, mengutip Kompas.com.
Narendra pun langsung mengikuti instruksi dengan mengajukan pendaftaran ulang. Namun, proses tersebut tidak berjalan lancar.
Baca Juga: Skutik Musuh SPBU LetBe Mecha 125 Dirilis, Tangki Fulltank Bisa 500 Km
“Setelah saya ajukan di tanggal 22 April, baru diketahui pada tanggal 26 April kalau permohonan saya ditolak,” tambahnya.
Fenomena ini ternyata tidak hanya dialami oleh satu orang. Banyak pengguna lain juga melaporkan kasus serupa, baik melalui media sosial maupun layanan pengaduan resmi.
Hal ini memicu kekhawatiran luas di kalangan masyarakat mengenai transparansi dan kejelasan sistem distribusi BBM subsidi.
Menanggapi hal tersebut, pihak Pertamina melalui Pertamina Patra Niaga memberikan penjelasan resmi.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth Dumatubun, menyebut bahwa hilangnya barcode tersebut merupakan bagian dari proses pembaruan sistem dan pembersihan data (cleansing system) yang dilakukan secara berkala.
“Untuk konsumen yang barcode-nya hilang, ada kemungkinan disebabkan oleh proses cleansing system karena data yang terdaftar di dalam sistem kurang lengkap atau tidak sesuai,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa langkah ini dilakukan untuk memastikan penyaluran BBM subsidi tepat sasaran, hanya kepada masyarakat yang benar-benar berhak.
“Jika memang pengguna adalah konsumen yang berhak, maka dapat melakukan verifikasi ulang dengan menghubungi layanan Pertamina di 135 atau melalui kanal resmi lainnya,” lanjutnya.
Baca Juga: Cek Harga Terbaru Motor Listrik TVS iQUBE, Bisa Lari Sejauh 115 Km
Dengan kata lain, hilangnya barcode bukan terjadi tanpa sebab. Sistem secara otomatis akan menonaktifkan data yang dianggap tidak valid, tidak lengkap, atau tidak sesuai dengan kriteria penerima subsidi.
Bagi masyarakat yang mengalami hal serupa, Pertamina menyarankan untuk segera melakukan pendaftaran ulang melalui situs resmi subsiditepat.mypertamina.id atau aplikasi MyPertamina.
Dalam proses tersebut, pengguna diminta untuk memastikan seluruh data yang dimasukkan sudah benar dan sesuai, seperti:
-Nomor polisi kendaraan
-Nomor identitas (KTP)
-Data kendaraan sesuai STNK
-Jenis BBM yang digunakan
Kesalahan atau ketidaksesuaian data dapat menyebabkan pengajuan ditolak kembali.
Selain itu, pengguna juga disarankan untuk rutin mengecek status pendaftaran mereka dan memastikan tidak ada informasi yang terlewat.
Jika mengalami kendala, layanan call center 135 atau kantor layanan Pertamina terdekat dapat menjadi solusi untuk mendapatkan bantuan lebih lanjut.
Dengan adanya pembaruan sistem ini, Pertamina berharap distribusi BBM subsidi dapat lebih tepat sasaran dan meminimalisir penyalahgunaan.