MOTOR Plus-online.com - Gas motor sudah pol tapi tarikan berat motor nggak mau ngacir, masalahnya dari sini.
Busi bermasalah? Siap-siap performa motor turun drastis tanpa disadari.
Komponen kecil ini sering dianggap sepele, padahal memiliki peran krusial.
Busi bertugas memercikkan api untuk memulai proses pembakaran di dalam mesin.
Jika proses pengapian tidak sempurna, campuran udara dan bahan bakar tidak maksimal, akibatnya terjadi penurunan tenaga hingga pemborosan bahan bakar.
Kondisi busi yang tidak optimal, bisa menganggu kenyamanan bahkan bisa berdampak lebih luas pada kinerja mesin.
Selain bisa membuat tenaga yang dihasilkan tidak maksimal, dalam jangka panjang dapat memicu kerusakan pada komponen lain.
Karena itu, penting bagi pengguna motor untuk memahami kondisi busi.
Baca Juga: AHASS Wahana Kembangkan Tools Khusus, Ini Daftar Pemenang KLHR 2026
“Busi bekerja dengan menghasilkan percikan listrik yang membakar campuran udara dan bahan bakar di ruang bakar. Jika busi bermasalah, maka proses pembakaran tidak akan berjalan optimal dan performa mesin akan langsung terpengaruh,” jelas Technical Analyst PT Wahana Makmur Sejati, Wahyu Budhi.
Memahami tanda-tanda busi bermasalah menjadi langkah awal untuk mencegah kerusakan lebih lanjut.
Gejala yang muncul biasanya bisa dirasakan langsung saat berkendara.
Berikut empat tanda umum yang perlu diwaspadai:
- Mesin Sulit Dinyalakan: Busi yang lemah tidak mampu memercikkan api dengan maksimal, sehingga motor menjadi susah di-starter, terutama saat kondisi mesin dingin.
- Akselerasi Kurang Responsif (Brebet): Saat gas ditarik, tenaga terasa tertahan dan tidak responsif akibat pembakaran yang tidak sempurna.
Busi bermasalah? Siap-siap performa motor turun drastis tanpa disadari. (Wahana Honda)