Find Us On Social Media :

Palangka Raya Dilanda Kelangkaan BBM, Begini Penjelasan Pertamina

By Kamis, 07 Mei 2026 | 13:20
Kelangkaan BBM terjadi di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Pertamina menjelaskan bahwa stok BBM di wilayah tersebut aman. (Kompas.com)

MOTOR Plus-online.com - Pasca kenaikan harga BBM subsidi kini kelangkaan BBM terjadi di Palangka Raya.

Kelangkaan BBM terjadi di Palangka Raya, Kalimantan Tengah sudah terjadi selama sepekan terakhir.

Selain harus mengantre lama di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), masyarakat semakin dibuat gerah dengan kosongnya penjualan BBM eceran.

PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan pun angkat bicara terkait persoalan tersebut.

Pihaknya mengeklaim telah melakukan optimalisasi distribusi di lapangan seiring dengan peningkatan antrean kendaraan di sejumlah SPBU di Kota Palangka Raya.

Selain itu, Pertamina juga mengeklaim penyaluran berjalan lancar dan stok BBM, baik Pertalite maupun Pertamax, tersedia untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Kalimantan, Edi Mangun, menjelaskan bahwa kondisi antrean yang terjadi bukan disebabkan oleh kelangkaan, melainkan peningkatan aktivitas konsumsi dalam waktu bersamaan.

Pertamina juga memastikan stok BBM di seluruh SPBU wilayah Palangka Raya dalam kondisi tersedia.

Baca Juga: Beli Motor Bekas STNK Only Apa Bisa Dibuatkan BPKB Baru di Samsat?

“Pertamina saat ini melakukan pengaturan jadwal pengiriman secara berkala dari Fuel Terminal Pulang Pisau untuk memastikan pemerataan stok di seluruh wilayah Palangka Raya dan sekitarnya, sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih optimal,” ujar Edi melansir Kompas.com melalui keterangan tertulis, Kamis (7/5/2026).

Edi menambahkan bahwa meningkatnya kepadatan kendaraan dan lonjakan permintaan BBM di SPBU dalam waktu singkat menyebabkan perlunya manajemen stok yang lebih intensif.

Proses distribusi dari Fuel Terminal ke SPBU, termasuk tahapan bongkar muat, juga memerlukan waktu, terutama saat terjadi permintaan tambahan pasokan dari SPBU.

“Untuk SPBU yang mengalami lonjakan konsumsi, Pertamina akan segera melakukan pengiriman dengan menyesuaikan kebutuhan masing-masing SPBU, sehingga penyaluran tetap berjalan dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi,” lanjut dia.

Edy menyatakan bahwa Pertamina terus melakukan pemantauan distribusi secara intensif serta berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Palangka Raya, Dinas Perhubungan, dan Kepolisian setempat untuk membantu pengaturan antrean di lapangan agar tetap tertib dan tidak mengganggu arus lalu lintas.

Pertamina mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak melakukan pembelian berlebih (panic buying), serta melakukan pengisian BBM sesuai kebutuhan dan ketentuan yang berlaku agar distribusi dapat berjalan lebih lancar dan merata.

Pertamina juga mengajak masyarakat untuk mengelola konsumsi BBM secara bijak di tengah dinamika energi global, sehingga penggunaan BBM tidak berlebihan, serta distribusi tetap berjalan lancar bagi seluruh masyarakat.