MOTOR Plus-online.com - 5 Cara #Cari_Aman pengendara motor hadapi mobil ambulans di jalan.
Macet panjang, ruang sempit, lalu sirene ambulans terdengar dari belakang, momen yang sering membuat pengendara bingung harus berbuat apa dan bagaimana.
Ada yang panik, bahkan tidak jarang ada yang nekat mengikuti di belakang.
Padahal, di situasi seperti ini, ketenangan dan keputusan yang tepat jadi penentu apakah ambulans bisa melaju atau terhambat di jalan.
Ambulans yang membawa pasien dalam kondisi darurat memiliki prioritas utama di jalan, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Pasal 134 dan 135, yang mewajibkan pengguna jalan memberikan prioritas kepada kendaraan tersebut.
Pada praktiknya, masih ditemukan perilaku pengendara yang justru memperburuk kondisi di jalan, salah satunya mengikuti ambulans untuk menerobos kemacetan.
Tindakan ini tidak hanya berbahaya, tetapi juga melanggar aturan dan berpotensi menghambat laju ambulans dalam menjalankan tugas kemanusiaan.
“Saat mendengar sirene ambulans, hal pertama yang harus dilakukan adalah tetap tenang. Kepanikan justru dapat memicu keputusan yang keliru dan meningkatkan risiko kecelakaan. Prinsip #Cari_Aman harus selalu menjadi prioritas, bahkan dalam kondisi yang mendesak,” ucap Head of Safety Riding Promotion PT Wahana Makmur Sejati, Agus Sani.
Baca Juga: Honda HRD125 2026, Skutik Adventure Baru Resmi Meluncur Segini Harganya
Sebagai bentuk respons yang tepat, pengendara sepeda motor wajib memahami dan menerapkan langkah berikut ini saat menghadapi ambulans di tengah kemacetan:
1. Tetap Tenang dan Jangan Panik
Pengendara wajib menjaga ketenangan saat mendengar sirene ambulans. Hindari pengereman mendadak atau manuver spontan yang berpotensi memicu kecelakaan.
2. Segera Menepi ke Kiri
Setiap pengendara harus segera memberikan prioritas dengan menepi ke sisi kiri jalan atau lajur aman. Pergerakan dilakukan secara bertahap, bukan mendadak.
3. Cek Spion dan Blind Spot
Sebelum berpindah posisi, pengendara wajib memastikan kondisi sekitar aman. Gunakan spion dan lakukan pengecekan langsung ke area blind spot.
Pada praktiknya, masih ditemukan perilaku pengendara yang justru memperburuk kondisi di jalan, salah satunya mengikuti ambulans untuk menerobos kemacetan. (Wahana Honda)
4. Berhenti Jika Diperlukan
Dalam kondisi lalu lintas yang sangat padat dan tidak memungkinkan untuk menepi, pengendara harus berhenti dan memberikan ruang semaksimal mungkin. Mematikan mesin dapat dilakukan bila memang hal itu diperlukan.
5. Jangan Mengikuti di Belakang Ambulans
Pengendara dilarang mengikuti ambulans untuk menerobos kemacetan. Tindakan ini berbahaya, tidak bertanggung jawab, dan dapat menghambat laju ambulans. Prioritas utama adalah keselamatan dan kelancaran kendaraan darurat.