MOTOR Plus-online.com - Benar, aki motor jenis basah seolah sudah terlupakan saat ini.
Motor-motor keluaran terbaru sudah menggunakan jenis aki kering atau MF (maintenance free).
Aki kering dinilai cukup tahan lama dan bebas perawatan seperti aki basah.
Aki basah harus dicek secara berkala untuk memastikan kondisi air aki tetap normal.
Jika jarang dicek dan air aki mulai kosong, kinerja komponen tersebut akan terganggu.
Kapan sebaiknya air aki basah di motor ditambah?
Menurut Fajarullah, Teknisi PT Kamajaya Tri Laksana selaku Authorized Dealer Yuasa Battery, penambahan air aki ternyata baiknya dilakukan berdasarkan jam kerja aki atau battery.
"Penambahan air aki basah dilakukan setiap aki digunakan selama 16 jam," jelas Fajarullah mengutip GridOto.
Baca Juga: Mirip Yamaha XMax, Polytron Fox 500 Baterai Penuh Bisa Dipakai Jakarta-Pandeglang
Jam kerja aki yang dimaksud Fajar adalah kondisi dimana aki bekerja untuk menghidupkan kelistrikan dan pengapian motor.
Gampangnya, waktu yang dihitung adalah ketika mesin motor menyala saja, tidak termasuk saat mesin motor mati.
Namun, untuk lalu lintas di Jakarta yang sebagian besar menempuh waktu 2 sampai 3 jam per hari, pengisian air aki bisa lebih lama lagi.
"Kalau motor digunakan untuk aktivitas sehari-hari, mudahnya air aki ditambah setiap 2 minggu sekali," jelas Fajar.
Kalaupun setiap 2 minggu sekali air akinya masih penuh, setidaknya aki basah motor kalian diperiksa secara berkala.
Misal kalau timbul kerak pada kepala atau kutub aki bisa dibersihkan pada rentang waktu 2 minggu itu.
Soalnya kalau dibiarkan lama sampai volume air aki motor basah di bawah garis lower atau batas garis yang paling rendah, ada dampak negatifnya.
"Efeknya aki basah akan cepat panas," jelas Fajar.
"Aki motor basah yang cepat panas membuatnya jadi cepat soak," tutupnya.