Find Us On Social Media :

Perintah Begal Tembak di Tempat Berbuntut Panjang, Menteri HAM Langsung Bereaksi

By Jumat, 22 Mei 2026 | 09:12
Pelaku begal motor dilumpuhkan anggota polisi (ilustrasi). (Tribunnews.com)

MOTOR Plus-online.com - Perintah untuk tembak di tempat pelaku begal motor berbuntut panjang.

Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai langsung bereaksi.

Hal ini menyusul arahan Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf yang menginstruksikan polisi di seluruh jajaran untuk menembak di tempat pelaku begal.

Instruksi itu disampaikan Helfi saat konferensi pers di Mapolda Lampung, Jumat (15/5/2026).

"Tidak ada toleransi bagi pelaku begal, saya perintahkan kepada polisi seluruh jajaran untuk mengungkap tembak di tempat bagi pelaku begal," kata Helfi saat konpers di Mapolda Lampung, Jumat (15/5/2026).

"Tidak ada toleransi dan ini kami buktikan, silakan jangan coba-coba Tapi yang jelas kami perintahkan seluruh jajaran tembak di tempat untuk pelaku begal karena meresahkan masyarakat," tegasnya.

Sementara itu, Menteri HAM, Natalius Pigai mengkritik pihak-pihak yang mendukung instruksi tembak begal di tempat.

Menurutnya, dukungan terhadap tindakan tersebut menunjukkan rendahnya pemahaman soal prinsip hak asasi manusia.

Baca Juga: Honda BeAT Bekas Tahun 2020 Harga Rp6 Juta, Dokumen Lengkap Lokasi Jakbar

Pigai menegaskan setiap warga negara, termasuk pelaku kejahatan, tetap memiliki hak hidup yang dilindungi hukum dan konstitusi.

“Masyarakat yang mengiyakan itu masyarakat yang tidak mengerti tentang hak asasi manusia,” kata Pigai saat ditemui di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Selasa (20/5/2026), melansir Tribunnews.com.

“Siapa pun tidak boleh merampas hak hidup seorang warga negara tanpa melalui proses dan prosedur hukum yang berlaku dalam sebuah negara. Itu prinsip,” lanjutnya.

Pigai menegaskan tugas aparat bukan hanya menindak pelaku kejahatan, tetapi juga memastikan perlindungan terhadap warga tetap berjalan sesuai hukum.