MOTOR Plus-online.com - Pelanggar lalu lintas tidak akan bisa berkutik, Korlantas Polri resmi luncurkan ETLE Handheld Berfitur Barcode dan Print Out.
Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri terus melakukan transformasi digital dalam sistem penindakan pelanggaran lalu lintas di seluruh Indonesia.
Langkah terbaru dilakukan dengan mendistribusikan perangkat ETLE handheld dengan spesifikasi yang jauh lebih canggih dibandingkan generasi sebelumnya.
Perangkat portabel ini dirancang untuk menutup celah pelanggaran di area yang tidak terjangkau oleh kamera ETLE statis, sekaligus memberikan efisiensi maksimal dalam proses penilangan di lapangan.
Dirgakkum Korlantas Polri, Brigjen Pol Faizal, menjelaskan bahwa perangkat handheld yang dibawa saat ini memiliki keunggulan teknis yang sangat signifikan, terutama dalam hal kecepatan administrasi.
Jika pada model lama petugas masih membutuhkan waktu proses yang sedikit lebih lama, perangkat terbaru ini sudah terintegrasi dengan sistem cetak instan.
Hal ini memungkinkan petugas untuk langsung memberikan bukti pelanggaran kepada pengendara secara transparan dan akurat di lokasi kejadian.
“ETLE handheld yang kita bawa ini spesifikasinya beda dengan yang ada sekarang. Ini sudah bisa langsung print out. Jadi, misalnya ada pelanggaran, petugas bisa langsung cetak dan di sana sudah ada barcode-nya. Kalau yang lama kan belum ada, jadi prosesnya agak lama. Kalau ini bisa langsung ditempel, ini jauh lebih bagus lagi,” ujar Brigjen Pol Faizal dalam kegiatan Anev ETLE di Aula Polda Sulawesi Selatan, melansir laman resmi humas.polri.go.id.
Baca Juga: Begal Tembak di Tempat Didukung Ahmad Sahroni, Demi Keamanan Warga
Penggunaan teknologi ini diharapkan dapat mengimbangi keberadaan ETLE statis yang titik lokasinya sudah banyak diketahui oleh masyarakat.
Dengan sifatnya yang dinamis dan mobile, ETLE handheld menjadi alat yang lebih efektif untuk menjangkau pelanggar yang mencoba menghindari kamera permanen.
Brigjen Pol Faizal menegaskan bahwa kehadiran perangkat ini bertujuan agar penindakan hukum tetap berjalan meski masyarakat sudah hafal dengan titik-titik kamera yang terpasang di persimpangan jalan.