Find Us On Social Media :

Pertalite Mulai Langka di SPBU Tanda-tanda Akan Dihapus? Begini Penjelasan Pertamina

By Selasa, 26 Mei 2026 | 07:40
Di sejumlah kota besar maupun wilayah penyangga, pengendara mengeluhkan stok Pertalite yang sering kosong. (Serambinews.com)

Menurutnya, pemerintah sejak lama memang memiliki agenda mengurangi ketergantungan terhadap BBM subsidi.

“Pertalite memang sejak dulu arahnya mau dihilangkan karena subsidi pemerintah semakin berat,” ujar Agus, melansir aceh.tribunnews.com.

Ia menjelaskan, kemampuan fiskal negara untuk terus menanggung subsidi energi semakin terbatas. Di sisi lain, Indonesia juga menghadapi tantangan pasokan dan impor bahan bakar.

Menurut Agus, kondisi ekonomi global, fluktuasi harga minyak dunia, serta tekanan terhadap anggaran negara membuat keberlanjutan subsidi BBM menjadi semakin sulit dipertahankan.

“Uang subsidinya makin besar. Beban negara juga berat. Jadi cepat atau lambat akan diarahkan ke BBM yang kualitasnya lebih tinggi,” katanya.

Baca Juga: Suzuki GN 160, Motor Kopling Retro Harganya di Atas W175 dan XSR 155

Selain faktor ekonomi, alasan lingkungan disebut menjadi faktor utama di balik wacana penghapusan Pertalite.

Pemerintah saat ini tengah mendorong penerapan standar emisi Euro 4 untuk menekan polusi udara dan meningkatkan kualitas lingkungan, terutama di kota-kota besar.

Namun, BBM dengan RON 90 seperti Pertalite dinilai belum sepenuhnya mendukung standar tersebut.

Kendaraan modern dengan teknologi mesin terbaru lebih ideal menggunakan BBM minimal RON 92 seperti Pertamax.

Agus menjelaskan bahwa penggunaan bahan bakar beroktan lebih rendah dapat menghasilkan emisi yang lebih tinggi dan kurang efisien untuk kendaraan generasi baru.

“Ke depan memang arahnya ke Euro 4. Kalau standar emisi naik, maka kualitas BBM juga harus naik. Minimal masyarakat diarahkan menggunakan Pertamax,” ujarnya.

Ia juga menyebut transisi ini sebenarnya telah dirancang sejak lama dan dilakukan secara bertahap.