MOTOR Plus-online.com - Amerika Serikat dan Iran sepakat untuk berdamai, berdampak pada dibukanya kembali Selat Hormuz.
Ketegangan antara kedua negara mereda, kapan harga Pertamax turun?
Saat ini harga Pertamax series melonjak drastis, Pertamax dijual Rp16.250 per liter, Pertamax Green Rp17.000 per liter dan Pertamax Turbo Rp20.750 per liter.
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto angkat bicara perihal harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi seperti Pertamax yang masih belum turun, padahal Amerika Serikat (AS) dan Iran mulai berdamai.
"Ya pertama kan penandatanganan, harapannya besok betul-betul bisa dilaksanakan. Dengan kembali terbukanya Selat Hormuz kan kita baru lihat penyesuaian terhadap harga lagi," ujar Airlangga di Istana, Jakarta, melansir Kompas.com.
Penandatanganan perjanjian damai AS dan Iran memang baru direncanakan digelar di Swiss pada Jumat (19/6/2026), alias belum terlaksana.
Selain itu, ada faktor lain yang disebut Airlangga menentukan turunnya Pertamax yakni kondisi Selat Hormuz.
Jika Selat Hormuz benar-benar sudah dibuka lagi, barulah pemerintah akan melihat penyesuaian harganya.
Baca Juga: Vespa Versi Murah Asal Cina, Mesin 150 cc Dibekali ABS 2-Channel
Airlangga menekankan, penurunan harga BBM non subsidi tidak bisa dilakukan secara otomatis begitu saja.
Dia mengingatkan bahwa pemerintah harus melihat implementasi daripada perjanjian perdamaian antara Iran dan AS.
"Ini kan tidak otomatis, kita lihat juga implementasi daripada perjanjian perdamaian," ucapnya.
Saat ditanya berapa lama waktu yang dibutuhkan pemerintah untuk menurunkan harga Pertamax, Airlangga merespons normatif.