MOTOR Plus-online.com - Konflik yang melibatkan Amerika Serikat (AS) dengan Iran mulai mereda.
Hal ini berimbas pada harga minyak mentah dunia yang mengalami penurunan signifikan.
Melihat fakta tersebut, harga Pertamax yang melonjak tinggi kemungkinan bisa turun.
Saat ini Pertamax dijual Rp16.250 per liter, Pertamax Green Rp17.000 per liter dan Pertamax Turbo Rp20.750 per liter.
Policy and Program Director Prasasti, Piter Abdullah, mengatakan dinamika geopolitik Amerika Serikat (AS) dan Iran membuat harga minyak dunia bergerak fluktuatif sepanjang 2026.
Ketegangan kedua negara di Timur Tengah sempat mengerek harga minyak ke level 120 dollar AS (Rp2,1 juta) per barrel, namun kini melandai ke level 80 dollar AS (Rp1,4 juta) per barrel pada 22 Juni 2026.
Dengan perkembangan itu, dia menilai pemerintah dan PT Pertamina (Persero) memiliki ruang untuk menyesuaikan harga Pertamax mengikuti harga pasar, sekaligus menjaga BBM bersubsidi tetap tepat sasaran.
Menurut Piter, penyesuaian semacam ini wajar selama dilakukan secara terukur.
Baca Juga: Honda Ryden 160, Skutik Terbaru yang Akan Diluncurkan AHM Besok?
Penyesuaian tidak berarti mengembalikan harga ke level tertentu, melainkan mengikuti tren penurunan harga minyak yang terjadi di pasar global.
"Penurunan harga minyak dunia membuka ruang bagi pemerintah untuk menyesuaikan harga Pertamax. Penyesuaian ini bukan mengembalikan ke harga lama, melainkan menurunkan secara wajar mengikuti perkembangan pasar. Seberapa besar angkanya, pemerintah dan Pertamina yang memegang perhitungannya," ujar Piter dalam keterangannya, melansir Kompas.com.
Lebih lanjut, ia menilai penyesuaian harga Pertamax penting untuk mengurangi potensi perpindahan konsumen ke Pertalite yang merupakan BBM bersubsidi.
Piter bilang, gejala tersebut mulai terlihat dari meningkatnya antrean di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar.