MOTOR Plus-online.com - Banyak hal yang perlu diperhatikan sebelum membeli motor bekas agar tidak kecewa.
Biasanya calon pembeli motor bekas hanya memperhatikan bagian bodi dan kelengkapan surat kendaraan.
Padahal, banyak yang harus dicek termasuk mesin dan part pada motor bekas yang akan dibeli.
Salah satunya adalah sensor O2 pada motor bekas yang bermasalah dan harus diketahui cirinya.
Jangan sampai setelah beli motor bekas malah harus bolak-balik ke bengkel untuk servis.
Sensor O2 atau dikenal juga dengan lambda sensor ini memang bukan komponen yang sering bermasalah.
Umumnya, sensor O2 motor injeksi ada di leher knalpot atau tertempel di head silinder dekat lubang pembuangan knalpot.
Tugasnya mendeteksi jumlah O2 hasil pembakaran dan O2 dari udara luar untuk menentukan takaran bahan bakar yang ideal di ruang bakar.
Baca Juga: Cocok Buat Liburan, Kawasaki Z125 Pro Sekarang Dijual Segini
Ada beberapa penyebab yang sering menjadi pemicu bermasalahnya sensor O2 di motor bekas injeksi.
"Bisa karena korsleting, kabel putus, soket yang tidak kencang atau memang sensornya sudah rusak," ucap Harry Anggi mekanik bengkel R59 Racing di Jalan Dewi Sartika No.32D, Ciputat, Tangerang Selatan, melansir GridOto.
Menurut Anggi, gejala yang muncul dari bermasalahnya sensor O2 ini bisa bermacam-macam.
"Umumnya dia sulit starter di pagi hari, biasanya owner mendeteksinya aki yang tekor. Padahal bisa juga dari sensor O2 yang bermasalah," ungkapnya.