Find Us On Social Media :

Harga Minyak Mentah Anjlok, Pertamina Bahas Rencana Penurunan Harga Pertamax

By Senin, 29 Juni 2026 | 09:28
Pertamina sendiri tengah melakukan pembahasan untuk menurunkan harga Pertamax. (Kompas.com)

Di sisi lain, Pertamina memiliki prosedur atau mekanisme dalam menurunkan harga BBM nonsubsidi.

Ia berharap, harga BBM nonsubsidi bisa turun sesuai harapan masyarakat meskipun harga minyak mentah saat ini belum kembali seperti sebelum perang, yakni di kisaran 60 dolar AS per barrel.

“Karena minyak yang sekarang ini diproses bulan yang lalu, dengan harga yang lalu. Dan tentunya kalau turunnya kemarin, beberapa hari yang lalu, kami akan menyesuaikan nanti,” jelasnya.

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Core Indonesia, Mohammad Faisal mengatakan, Indonesian Crude Price (ICP) atau harga patokan rata-rata minyak mentah Indonesia sekarang sudah menurun, seiring dengan melemahnya harga minyak dunia.

Baca Juga: Motor Bebek Legendaris, Yamaha Jupiter Z1 2026 Sekarang Dijual Segini

Menurutnya, ICP saat ini secara year to date atau dihitung dari awal tahun hingga sekarang sudah berada di bawah 84 dolar AS per barel, dari sebelumnya di atas 85 dolar AS per barel.

"Penurunan harga Pertamax itu berpengaruh ke daya beli masyarakat kelas menengah. Jadi sudah semestinya diturunkan untuk mendongkrak daya beli dan harga minyak dunia juga sudah turun," kata Faisal mengutip Tribunnews.com, dikutip Rabu (24/6).

Policy and Program Director Prasasti, Piter Abdullah menilai, pemerintah memiliki ruang untuk menyesuaikan harga Pertamax mengikuti harga pasar, sekaligus menjaga BBM bersubsidi tetap tepat sasaran.

Menurutnya, penyesuaian semacam itu wajar selama dilakukan secara terukur. "Penurunan harga minyak dunia membuka ruang bagi pemerintah untuk menyesuaikan harga Pertamax," ujarnya.

"Penyesuaian ini bukan mengembalikan ke harga lama, melainkan menurunkan secara wajar mengikuti perkembangan pasar. Seberapa besar angkanya, pemerintah dan Pertamina yang memegang perhitungannya," sambungnya.