MOTOR Plus-online.com - Konflik AS dan Iran mereda berimbas pada harga minyak mentah dunia yang kembali turun.
Hal ini menimbulkan desakan pada penurunan harga Pertamax cs.
Saat ini Pertamax dibanderol Rp16.250 per liter, Pertamax Green Rp17.000 per liter dan Pertamax Turbo Rp20.750 per liter.
Pertamina sendiri tengah melakukan pembahasan untuk menurunkan harga Pertamax.
Komisaris Utama (Komut) PT Pertamina (Persero) Mochamad Iriawan alias Iwan Bule mendorong jajaran direksi untuk membahas penurunan harga BBM nonsubsidi alias Pertamax Cs secara bertahap mulai awal Juli.
Menurutnya, arahan itu menyusul harga minyak mentah (crude oil) yang mulai turun seiring kesepakatan damai Amerika Serikat (AS) dengan Iran belum lama ini.
“Yang pasti kami dari jajaran dewan komisaris mendorong direksi manajemen untuk segera menyesuaikan dengan harga minyak yang di dunia sudah mulai turun,” katanya, Jumat (26/6).
Ia menyebut, harga BBM nonsubsidi yang saat ini berlaku ditetapkan berdasarkan harga crude oil beberapa waktu lalu yang mengalami kenaikan dengan rata-rata 80 dolar AS per barel imbas perang di Kawasan Teluk.
Baca Juga: Baru Ganti Sil, Oli Sokbreker Motor Masih Rembes, Ini Biang Keroknya
Sementara, data The Economics mencatat, harga minyak mentah WTI saat ini terpantau di 71 dollar AS per barel.
“Kami sedang memformulasikan, mendiskusikan. Yang jelas harga minyak hari ini kan diprosesnya bulan kemarin,” ujarnya.
Meski harga minyak mentah sudah turun, Iwan menuturkan, Pertamina tak bisa langsung menurunkan harga BBM nonsubsidi dalam waktu yang sama.
Sebab, BBM yang saat ini beredar menggunakan stok pembelian saat harga minyak dunia masih tinggi.
Di sisi lain, Pertamina memiliki prosedur atau mekanisme dalam menurunkan harga BBM nonsubsidi.
Ia berharap, harga BBM nonsubsidi bisa turun sesuai harapan masyarakat meskipun harga minyak mentah saat ini belum kembali seperti sebelum perang, yakni di kisaran 60 dolar AS per barrel.
“Karena minyak yang sekarang ini diproses bulan yang lalu, dengan harga yang lalu. Dan tentunya kalau turunnya kemarin, beberapa hari yang lalu, kami akan menyesuaikan nanti,” jelasnya.
Sebelumnya, Direktur Eksekutif Core Indonesia, Mohammad Faisal mengatakan, Indonesian Crude Price (ICP) atau harga patokan rata-rata minyak mentah Indonesia sekarang sudah menurun, seiring dengan melemahnya harga minyak dunia.
Baca Juga: Motor Bebek Legendaris, Yamaha Jupiter Z1 2026 Sekarang Dijual Segini
Menurutnya, ICP saat ini secara year to date atau dihitung dari awal tahun hingga sekarang sudah berada di bawah 84 dolar AS per barel, dari sebelumnya di atas 85 dolar AS per barel.
"Penurunan harga Pertamax itu berpengaruh ke daya beli masyarakat kelas menengah. Jadi sudah semestinya diturunkan untuk mendongkrak daya beli dan harga minyak dunia juga sudah turun," kata Faisal mengutip Tribunnews.com, dikutip Rabu (24/6).
Policy and Program Director Prasasti, Piter Abdullah menilai, pemerintah memiliki ruang untuk menyesuaikan harga Pertamax mengikuti harga pasar, sekaligus menjaga BBM bersubsidi tetap tepat sasaran.
Menurutnya, penyesuaian semacam itu wajar selama dilakukan secara terukur. "Penurunan harga minyak dunia membuka ruang bagi pemerintah untuk menyesuaikan harga Pertamax," ujarnya.
"Penyesuaian ini bukan mengembalikan ke harga lama, melainkan menurunkan secara wajar mengikuti perkembangan pasar. Seberapa besar angkanya, pemerintah dan Pertamina yang memegang perhitungannya," sambungnya.